Denpasar- Nusantarajayaews. id | PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar memaparkan kinerja impresif dengan total omset mencapai Rp32,49 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian tersebut dipaparkan dalam acara Media Gathering, Kamis (17/9/2026) di The Gade Coffee & Gold Denpasar, Bali.
Hadir langsung, Pemimpin PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar Edi Purwanto dan Kepala Departemen Bisnis Support / Assistant Vice President (AVP) I Made Suasmarajaya,
Dalam paparannya, I Made Suasmarajaya mengungkapkan rata-rata transaksi harian Kanwil VII yang meliputi Bali, NTB dan NTT menembus Rp109,82 miliar. KCA (Gadai Reguler) masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 77,80% atau Rp25,28 triliun, tumbuh 38,10% YoY.
Sementara produk Emas menjadi motor akselerasi dengan pertumbuhan paling tinggi, yakni 84,75% YoY dengan omset Rp2,58 triliun atau kontribusi 7,94%. Disusul Rahn (Syariah) kontribusi 10,33% tumbuh 45,34% YoY, sedangkan produk lain seperti Krasida, Kupedes dan Arrum di bawah 3,5%.
Dari sisi ekosistem, Pegadaian Kanwil VII kini menghubungkan 1,87 juta nasabah dengan penambahan nasabah aktif 3.795 per hari. Ampenan mencatat basis terbesar 431 ribu nasabah, sedangkan Denpasar memimpin pertumbuhan tahunan 18,93% YoY.
Skala Tabungan Emas mencapai 689.082 rekening dengan total saldo 1,80 juta gram atau 1,80 ton. Nasabah hybrid yang bertransaksi lewat Outlet dan aplikasi Tring! mendominasi dengan 46,6%.
Suasmarajaya menyoroti konsentrasi saldo, dimana 8,94% rekening atau 61.616 rekening prioritas dengan saldo di atas 5 gram menguasai 87,70% total saldo atau 1,58 ton. Sementara 57,32% rekening massa dengan saldo di bawah 0,1 gram hanya menguasai 0,51% saldo.
“Inklusi emas telah sangat luas di tingkat mikro. Peluang terbesar adalah pendekatan personal kepada 61.616 rekening prioritas untuk upsell produk lanjutan, salah satunya Deposito Emas,” ujarnya.
Untuk Deposito Emas, realisasi baru mencapai 265.267 gram atau 75,30% dari target 352.303 gram. Masih ada gap 87.036 gram yang hanya setara 4,83% dari total saldo Tabungan Emas. Strateginya adalah simulasi manfaat dan fleksibilitas tenor.
Sementara untuk digital, aplikasi Tring! by Pegadaian sudah mengakuisisi 542.220 nasabah atau 80,67% dari target, dengan 3,13 juta transaksi. Namun rata-rata transaksi baru 5,8x per nasabah, masih di bawah target 9,6x. Ke depan fokus akan digeser dari sekadar pendaftaran menjadi aktivasi use case rutin seperti top-up emas, bayar angsuran, dan gadai online.
Menanggapi tingginya minat investasi emas, Pemimpin PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar Edi Purwanto menegaskan pentingnya edukasi yang utuh kepada masyarakat.
“Emas ini membutuhkan investasi jangka panjang, tidak bisa dalam jangka pendek. Kalau kepingin kaya dari emas dengan investasi itu salah. Investasi emas itu tidak akan bikin orang kaya,” tegas Edi.
Menurutnya, filosofi investasi emas yang benar adalah untuk menjaga kekayaan.
“Investasi emas bukan untuk bikin kita kaya, tapi jagain kita tetap kaya. Jagain kita tetap mampu mempunyai daya beli yang kelihatan sama, dari dulu sampai dengan masa depan,” jelasnya.
Edi menambahkan, jika masyarakat ingin mendapatkan margin cepat dari fluktuasi harga emas, jalannya adalah trading, bukan investasi. Dan itu membutuhkan keahlian dan risiko tinggi.
Ia juga mengapresiasi peran media untuk membantu memberikan literasi yang jelas dan lengkap, agar masyarakat tidak memahami investasi secara sepotong-sepotong.
“Kita harus selalu ingatkan bahwa ketika melakukan investasi, pasti ada risikonya. Berimbang, high risk high return, low risk low return. Kalau no risk, berarti no gain. Jadi kalau ada yang bilang untung-untung terus, itu pasti bohong,” tandasnya.
Untuk kuartal akhir 2026, Pegadaian Kanwil VII menetapkan Empat Fokus Akselerasi: 1) Pembiayaan Berkualitas, 2) Emas sebagai Penggerak melalui konversi Tabungan ke Deposito Emas, 3) Engagement Tring! melalui promo masif di channel digital, dan 4) Mitigasi Risiko & Profitabilitas dengan menekan LAR secara preventif dan efisiensi.(tik)















