banner 1000x130
Polri  

Polda Banten Kerahkan Tim Gabungan Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda

banner 2500x130 banner 1000x130

Tangerang – Polda Banten bersama tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA, yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak saat rombongan melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Kabupaten Pandeglang, Banten.

banner 1000x130

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki mengatakan, pencarian melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI, hingga tim terpadu penanggulangan bencana.

“Sudah mulai melakukan pencarian dari Polair kita bersama Basarnas, sama tim terpadu dari penanggulangan bencana, semua sudah membantu mencari itu,” kata Hengki.

Hengki mengatakan, keberadaan rombongan hingga kini belum dapat dipastikan setelah komunikasi dengan kapal tersebut terputus. Tim gabungan masih mengumpulkan berbagai informasi untuk mengetahui kondisi dan keberadaan mereka.

Operasi pencarian sempat dilakukan, namun harus dihentikan sementara menjelang malam. Kondisi cuaca yang memburuk, gelombang tinggi, jarak pandang terbatas, serta angin kencang menjadi pertimbangan utama keselamatan tim di lapangan.

“Tim juga sudah terpadu dari Basarnas maupun dari Polair, tadi sudah mencari, tapi belum dapat karena dihentikan oleh cuaca gelap, sudah malam hari, menjelang malam hari maupun ombaknya agak besar, angin, dan ada angin kencang,” katanya.

Kapolda Banten memastikan pencarian akan terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi keamanan dan keselamatan personel yang terlibat.

“Terpadu dengan tim Basarnas, Polair, Polda, semua bahu-membahu untuk mencari keberadaan mereka,” katanya.

Ia juga meminta setiap informasi terbaru mengenai keberadaan rombongan segera dikoordinasikan kepada tim pencarian agar dapat ditindaklanjuti berdasarkan data yang akurat.

Sementara itu, Direktur Polairud Polda Banten Komisaris Besar Polisi Eko Hartanto mengatakan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu (09/09/2026) pagi dengan melibatkan kapal Basarnas dan unsur terkait lainnya.

Menurut Eko, kapal Basarnas dengan panjang sekitar 40 meter akan digunakan karena dinilai lebih memadai untuk mendukung pencarian di tengah kondisi perairan yang masih berisiko.

“Kalau itu, mumpuni untuk melakukan pencarian dan radius,” kata Eko.

Sebelumnya, tim gabungan telah melakukan penyisiran hingga sekitar delapan mil dari Pantai Carita. Namun, pencarian terkendala jarak pandang yang terbatas, gelombang tinggi, serta aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Jarak pandang satu mil saja. Ada erupsi, gelombang juga tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa rombongan jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB ketika salah satu korban mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung. Namun, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut akhirnya terputus di titik koordinat yang diduga berada di 6°14’40.52″S dan 105°40’49.48″T.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, hingga Selasa petang pukul 18.15 WIB, tim pencarian telah menjangkau kawasan sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (09/09/2026) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten yang dilengkapi peralatan SAR air, medis, serta komunikasi. Pencarian dilakukan bersama Polairud Polda Banten dan unsur lainnya.

“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu,” katanya.

Data sementara Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang masih dalam pencarian. Mereka di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.(Red)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130