MEDAN | NusantaraJayaNews.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara mendorong penguatan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sumut 2026 yang digelar di Hotel Adi Mulia Medan, Kamis (24/9/2026).
Rapimprov dipimpin Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara dan diikuti jajaran pengurus Kadin Sumut, Kadin kabupaten/kota, asosiasi serta himpunan dunia usaha. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-58 Kadin Indonesia.
Dalam forum tersebut, Kadin membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan langsung dengan penguatan perekonomian Sumatera Utara. Pembahasan mencakup investasi, kemudahan berusaha, pengembangan UMKM, hilirisasi industri, perdagangan, infrastruktur, pembiayaan, ketenagakerjaan, digitalisasi hingga peningkatan daya saing produk daerah.
Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, terutama tingginya biaya logistik serta kebutuhan terhadap kepastian hukum dan kepastian dalam berusaha.
Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap dunia usaha perlu terus diperkuat agar investasi dan aktivitas ekonomi dapat berkembang secara lebih merata di berbagai wilayah Sumatera Utara.
“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” menjadi salah satu pokok yang mengemuka dalam forum tersebut.
Dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hadir Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor. Pemprov Sumut mendorong Kadin dan seluruh pelaku usaha memperkuat sinergi dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar serta mendorong UMKM naik kelas.
Timur juga menekankan pentingnya konektivitas antarwilayah, hilirisasi industri, akses pembiayaan dan investasi berkualitas.
Menurutnya, investasi diharapkan tidak hanya membawa masuk modal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi serta penguatan kemitraan antara usaha besar dan UMKM.
Selain unsur pemerintah dan jajaran Kadin, berbagai elemen dunia usaha turut hadir dalam Rapimprov tersebut, termasuk Andi Atmoko Panggabean, yang sebelumnya disebut sebagai Ketua Panitia Pelaksana Rapimprov Kadin Sumut 2026.
Rapimprov Kadin Sumut 2026 diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi konkret yang dapat ditindak lanjuti melalui program kerja terukur.
Fokus tindak lanjut diarahkan antara lain pada penguatan konektivitas antarwilayah, perluasan akses pembiayaan dan pasar, peningkatan daya saing UMKM, percepatan hilirisasi, penguatan infrastruktur serta penciptaan kepastian hukum dan kepastian berusaha.
Melalui forum tersebut, Kadin Sumut menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu memberikan ruang bagi dunia usaha untuk berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
Rapimprov juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, Kadin dan berbagai asosiasi dunia usaha sehingga berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat dibahas secara lebih terarah dan ditindak lanjuti melalui kebijakan maupun program konkret.
(Pra)













