MEDAN | — Di tengah keberagaman yang menjadi napas Sumatera Utara, persatuan bukan sekadar kata-kata, melainkan ikatan yang harus terus dirawat. Adat bukan hanya warisan masa lalu, melainkan jati diri yang mesti dijaga agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Semangat itulah yang mengiringi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) periode 2026–2031 di Aula Raja Inal Siregar, lantai II Kompleks Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Sabtu (24/10/2026), mulai pukul 15.00 WIB.
Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan baru HBB untuk lima tahun mendatang, setelah Lamsiang Sitompul, S.H., M.H., kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum dalam Musyawarah Besar (Mubes) I HBB.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Lamsiang bukan semata-mata tentang kepemimpinan, melainkan juga tentang amanah untuk merawat persaudaraan, menjaga kehormatan budaya Batak, serta menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.
Di bawah kepengurusan baru, HBB menegaskan komitmennya untuk menjadi rumah bersama bagi Bangso Batak, tempat persaudaraan dirajut tanpa sekat, adat dan budaya dilestarikan, serta masyarakat yang membutuhkan memperoleh pendampingan dan perlindungan hukum.
Thomson Marisi Parapat: Mengangkat Martabat Bangso Batak
Ketua Panitia, Thomson Marisi Parapat, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat kepada Lamsiang Sitompul atas kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin DPP HBB periode 2026–2031.
Ia berharap kepemimpinan Lamsiang mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat, sekaligus memperjuangkan dan mengangkat martabat masyarakat Batak, tidak hanya di seluruh Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia.
Bagi Thomson, keberhasilan pelantikan bukan hanya terletak pada terselenggaranya sebuah acara, melainkan juga pada kerja bersama yang melandasinya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut, serta berterima kasih kepada setiap pihak yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam menyukseskan pelantikan.
Semangat kebersamaan itu menjadi cerminan bahwa organisasi yang kuat tidak dibangun oleh satu orang semata, tetapi oleh banyak tangan yang bekerja dengan tujuan yang sama.
Sultan Deli XIV dan Para Tokoh Hadir dalam Semangat Persaudaraan
Pelantikan pengurus DPP HBB turut dihadiri Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, jajaran pengurus yang baru dilantik, serta perwakilan DPD dan DPC HBB dari berbagai daerah.
Hadir pula tokoh masyarakat Batak, perwakilan pemerintah daerah, dan sejumlah undangan lainnya.
Kehadiran para tokoh dan perwakilan daerah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap perjalanan HBB dalam memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta merawat nilai-nilai budaya Batak yang diwariskan lintas generasi.
Di tengah masyarakat yang terdiri atas beragam suku, agama, dan latar belakang, persaudaraan menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan tanpa harus menghapus identitas masing-masing.
Lamsiang Sitompul: HBB Adalah Rumah Bersama Bangso Batak
Dalam pidato perdananya setelah dilantik, Lamsiang Sitompul menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin HBB selama lima tahun ke depan.
Ia menegaskan bahwa HBB harus tetap menjadi wadah pemersatu masyarakat Batak, tanpa membedakan latar belakang, agama, maupun subetnis.
“HBB hadir bukan hanya sekadar organisasi kemasyarakatan, melainkan rumah bersama bagi Bangso Batak di mana pun berada. Fokus utama kita pada periode 2026–2031 ini adalah memperkuat solidaritas internal, melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Batak, serta memberikan bantuan dan perlindungan hukum secara maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegas Lamsiang.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang menjalankan roda organisasi, tetapi juga tentang memastikan kehadiran organisasi dapat dirasakan oleh masyarakat.
Persatuan yang dibangun tidak boleh berhenti pada ikatan emosional, tetapi harus tumbuh menjadi kekuatan untuk saling membantu, menjaga martabat, dan memperjuangkan keadilan bagi mereka yang membutuhkan.
Bagi HBB, pelestarian budaya pun bukan sekadar mempertahankan simbol dan tradisi. Lebih dari itu, budaya merupakan identitas yang mengajarkan nilai penghormatan, kebersamaan, serta tanggung jawab terhadap generasi penerus.
Maruli Siahaan: HBB Harus Semakin Solid dan Dicintai Masyarakat
Tokoh masyarakat Batak sekaligus Pembina/Penasihat HBB, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus DPP HBB periode 2026–2031.
Menurut Maruli, HBB memiliki peran penting sebagai mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam menjaga situasi yang kondusif sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
“Selamat dan sukses atas pelantikan DPP Horas Bangso Batak periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Adinda Lamsiang Sitompul. Saya berharap HBB makin solid, semakin dicintai masyarakat, dan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan antaretnis serta mengawal kemajuan Bangso Batak di kancah nasional maupun internasional,” ujar Maruli.
Ia juga berpesan agar seluruh pengurus senantiasa menjaga integritas dan menjalankan program kerja yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan sosial serta kemajuan generasi muda Batak.
Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa kebesaran sebuah organisasi tidak semata-mata diukur dari jumlah pengurus atau luas wilayah kepengurusannya, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat dan manfaat yang mampu dihadirkannya.
Pemprov Sumut Dorong Sinergi untuk Kemajuan Bersama
Dukungan terhadap kepengurusan baru HBB turut disampaikan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, H. Timur Tumanggor, S.Sos., M.AP., yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
Dalam sambutannya, Timur menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Lamsiang Sitompul beserta seluruh jajaran pengurus DPP HBB periode 2026–2031.
Ia membuka sambutannya dengan salam keberagaman, “Horas! Syalom, Mejuah-juah! Njuah-njuah!”
Salam tersebut mencerminkan kekayaan budaya dan keberagaman yang hidup berdampingan di Sumatera Utara.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Timur mengapresiasi kontribusi HBB dalam merawat kebinekaan, melestarikan nilai-nilai luhur budaya, serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.
Pemprov Sumut berharap HBB terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kondusivitas wilayah.
Ia juga berharap seluruh pengurus diberikan kekuatan, hikmat, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah organisasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berkembang menjadi kerja nyata yang mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan saling menghormati.
Ulos, Pataka, dan Warisan Leluhur yang Terus Hidup
Prosesi pengukuhan pengurus DPP HBB diawali dengan pembacaan surat keputusan (SK) kepengurusan, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan dan penyerahan pataka kebesaran Horas Bangso Batak kepada Ketua Umum.
Rangkaian acara kemudian diisi dengan penyerahan ulos sebagai simbol penghormatan dan doa keberkahan, atraksi seni budaya khas Batak, serta doa bersama.
Ulos yang diserahkan bukan sekadar bagian dari rangkaian seremoni. Dalam tradisi Batak, ulos memiliki makna simbolis yang erat dengan kasih sayang, penghormatan, dan ikatan kekeluargaan. Kehadirannya menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan antargenerasi dan merawat nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
Acara ditutup dengan pagelaran seni dan budaya Batak serta sesi foto bersama seluruh jajaran pengurus dan tamu undangan.
Sejumlah perwakilan daerah dan tokoh yang hadir turut menyampaikan harapan agar kepengurusan DPP HBB periode 2026–2031 semakin solid dan profesional, sekaligus mampu memperkuat peran organisasi dalam menjaga kerukunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.
Lima tahun ke depan kini terbentang sebagai ruang pengabdian bagi kepengurusan baru HBB. Tantangannya bukan hanya menjaga organisasi tetap berdiri, tetapi memastikan persatuan tetap terpelihara, budaya tetap berakar, dan keberadaan organisasi benar-benar memberi arti bagi masyarakat.
Sebab, warisan terbesar sebuah organisasi bukanlah sekadar nama yang dikenang, melainkan nilai yang terus hidup dan manfaat yang dirasakan oleh generasi setelahnya.
Bagi HBB, perjalanan itu bermula dari satu tekad: merawat persaudaraan, menjaga martabat Bangso Batak, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk melangkah bersama.
(BB)













