banner 1000x130

Unud Lantik 213 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Menuju Transformasi PTN-BH  

banner 2500x130 banner 1000x130

Badung – Nusantarajayanews. id |Universitas Udayana (Unud) resmi tancap gas menjalankan status barunya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Momentum transformasi itu ditandai dengan pengambilan sumpah dan pelantikan 213 pejabat struktural dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Pelantikan akbar tersebut berlangsung di Auditorium Widya Sabha, Kampus Jimbaran, Kamis (1/10/2026).

banner 1000x130

Pelantikan ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2026 tentang penetapan Unud sebagai PTN-BH. Sebanyak 213 pejabat dari 22 unit kerja dilantik langsung oleh Rektor Unud.

Tidak hanya level fakultas dan unit pendukung, pelantikan ini mencakup seluruh pucuk pimpinan universitas.

Berikut Jajaran Pimpinan Utama Unud PTN-BH

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan: Prof. Ir. I Nengah Sujaya, http://M.Agr.Sc., Ph.D

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya: Prof. Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi: Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., http://M.Agr.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kemitraan: Prof. http://Dr.Eng. Ir. Made Sucipta, S.T., M.T., IPM.

Sekretaris Universitas: Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, http://M.Kes.

 

Sementara untuk level Direktorat, pejabat yang dilantik antara lain, Direktur Pendidikan Prof. I Made Alit Karyawan Salain, Direktur Kemahasiswaan Dr. I Wayan Santiyasa, Direktur Transformasi Digital Prof. Made Sudarma, Direktur Aset dan Keuangan Dr. Ica Rika Candraningrat, Direktur Penelitian dan Pengabdian I Gede Hendrawan, Ph.D., Direktur Inovasi dan Hilirisasi Prof. I Nyoman Suartha, dan sejumlah direktur serta kepala badan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unud menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremonial pengisian jabatan.

“Perubahan status menjadi PTN-BH memberikan ruang otonomi yang lebih luas untuk mengembangkan tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, memperkuat riset dan inovasi, serta membangun kolaborasi global. Namun, otonomi bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Rektor memberikan empat arahan kunci kepada ratusan pejabat baru tersebut, yaitu kepemimpinan berorientasi kinerja dan hasil yang berdampak nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Hilangkan ego sektoral dan bangun kolaborasi sebagai satu ekosistem universitas. Jaga integritas dan akuntabilitas dengan transparansi dan keteladanan. Berani berinovasi dan melakukan pembaruan, termasuk adaptasi terhadap teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan dinamika global.

Meski bertransformasi menjadi kampus berdaya saing global, Rektor mengingatkan agar jati diri Unud tidak luntur.

“Transformasi kelembagaan harus tetap memiliki akar yang kuat. Kemajuan dan daya saing internasional perlu berjalan selaras dengan nilai-nilai yang menjadi jati diri Universitas Udayana,” ujarnya dengan menekankan falsafah Tri Hita Karana dan kearifan lokal Bali.

Pelantikan 213 pejabat ini menjadi langkah awal Unud untuk mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang unggul, mandiri, berbudaya, dan berdampak.(rls/tik)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130