Batang |Nusantara Jaya News – Dalam upaya mendukung program pembinaan berkelanjutan dan mengoptimalkan pengamanan institusi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang melaksanakan pemindahan warga binaan ke Lapas Kelas I Semarang dan Lapas Kelas IIA Kendal pada Rabu (11/3). Kegiatan yang berpusat di area Pengamanan Pintu Utama (P2U) ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam mengatasi kelebihan kapasitas (over capacity) di dalam hunian.
Proses pemindahan ini melibatkan sinergi lintas lini, mulai dari Kasubsi Kegiatan Kerja, Desdy Purwanto, jajaran staf Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), staf Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), hingga staf Registrasi. Langkah ini selaras dengan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang komprehensif dan aman.
Kegiatan pelepasan dilakukan secara simbolis di ruang Pengamanan Pintu Utama (P2U) Lapas Batang. Sebelum diberangkatkan, keempat warga binaan terlebih dahulu melalui prosedur pengeluaran ketat di bawah pengawasan petugas blok hunian serta Kepala Regu Pengamanan (Karupam).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala KPLP Lapas Batang, Cendy, yang memberikan pengarahan langsung kepada para warga binaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga sikap dan kepatuhan di tempat penempatan yang baru.
“Saya minta rekan-rekan untuk senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku di tempat baru nanti. Ikutilah seluruh program pembinaan dengan lebih serius agar proses reintegrasi sosial kalian dapat berjalan dengan maksimal,” tegas Cendy dalam arahannya.
Pemindahan kali ini menyasar empat orang warga binaan, dengan pembagian masing-masing dua orang menuju Lapas Kelas I Semarang dan dua orang menuju Lapas Kelas IIA Kendal. Selain untuk aspek keamanan, mutasi ini bertujuan agar warga binaan mendapatkan program pembinaan lanjutan yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan pengembangan diri mereka.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Kesuksesan mobilitas ini didukung oleh pengawasan ketat dari petugas P2U, jajaran staf Kamtib, serta pengawalan dari personel Polres Batang guna memastikan prosedur tetap sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
(Thom)
















