Badung — Nusantarajayanews. id | Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali mendorong percepatan realisasi Bali sebagai pusat perdagangan dan ekspor nasional. Dorongan itu disampaikan dalam acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Bali periode 2026-2030 yang digelar di The Keranjang Kuta Bali, Kamis (6/8/2026).
Kehadiran BI dalam agenda GPEI Bali ini untuk menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat struktur ekonomi daerah. Selama ini ekonomi Bali masih didominasi sektor pariwisata. Ke depan, sektor ekspor dinilai perlu didorong agar menjadi mesin pertumbuhan baru.
Kepala BI Perwakilan Provinsi Bali, Achris Sarwani, menilai, reputasi pariwisata Bali yang sudah mendunia merupakan modal besar untuk masuk ke pasar ekspor. Oleh karena itu, perlu segera dibangun fasilitas penunjang seperti trade expo dan export center di Bali.
“Kita harus punya namanya ekspor center di Bali, supaya para buyer luar negeri kalau datang ke Bali bisa langsung mendapatkan informasi barang. Sekarang coba tidak ada kan,” ujarnya.
Lebih lanjut, BI mewacanakan agar Bali ditetapkan sebagai “Hub Ekspor” Indonesia. Konsep ini diharapkan berjalan beriringan dengan posisi Bali sebagai “Hub Pariwisata”. Integrasi kedua sektor ini diyakini dapat menciptakan ekosistem bisnis baru yang menarik bagi investor dan pembeli internasional.
Gagasan tersebut juga sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Bali dan dukungan dari pemerintah pusat. BI menyebut pihaknya telah berkoordinasi dan mendapat dukungan agar setiap daerah memiliki pusat ekspor sesuai dengan potensi komoditas unggulannya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah pekerjaan rumah di bidang teknis dan administrasi harus segera diselesaikan. Salah satu yang disorot adalah pencatatan data ekspor. Saat ini banyak produk yang diproduksi di Bali namun pencatatan ekspornya masih dilakukan di pelabuhan luar daerah seperti Surabaya.
“Hal yang bersifat administratif tapi penting untuk kita lakukan sebagai cara kita segera mungkin mengimplementasikan visi kita sebagai hub ekspor Indonesia,” tegasnya.
BI juga mendorong adanya standarisasi produk oleh Balai Karantina dan kelancaran proses di Bea Cukai agar produk Bali dapat lebih mudah masuk ke pasar global.
Selain itu, BI mendukung konsep “Blaser” atau Business and Laser yaitu penggabungan kegiatan bisnis dan perdagangan dengan kekuatan pariwisata Bali. Dengan konsep ini, kegiatan ekspor dapat dikemas sebagai bagian dari daya tarik wisata bisnis di Bali.
Ketua GPEI Provinsi Bali yang baru dilantik menyambut baik usulan tersebut. GPEI berkomitmen untuk bersinergi dengan BI, Pemprov Bali, dan kementerian terkait dalam merumuskan program kerja nyata guna menjadikan Bali sebagai hub ekspor yang kompetitif. (tik).














