BANYUWANGI – Polresta Banyuwangi terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui silaturahmi bersama pimpinan perguruan pencak silat se-Kabupaten Banyuwangi.
Silaturahmi tersebut digelar pada Selasa (11/8/2026) malam dan dihadiri langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Wakapolresta Banyuwangi serta para Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi.
Pertemuan tersebut menjadi forum komunikasi sekaligus sarana untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dengan para pimpinan perguruan pencak silat. Selain membangun silaturahmi, kegiatan juga membahas sejumlah isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Polresta Banyuwangi dan para pimpinan perguruan silat berdiskusi mengenai berbagai upaya yang dapat dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Banyuwangi.
Kapolresta Banyuwangi membuka ruang bagi para pimpinan perguruan pencak silat untuk menyampaikan masukan, pandangan maupun persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Forum tersebut dinilai penting karena perguruan pencak silat memiliki basis anggota yang cukup besar, khususnya dari kalangan generasi muda. Dengan pembinaan yang tepat, keberadaan perguruan silat dapat menjadi kekuatan positif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Dorong Penguatan Peran Bhabinkamtibmas
Salah satu masukan yang disampaikan para pimpinan perguruan silat berkaitan dengan penguatan peran Bhabinkamtibmas.
Bhabinkamtibmas diharapkan semakin aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, termasuk tokoh pemuda dan pimpinan perguruan silat di wilayah masing-masing.
Komunikasi yang intensif di tingkat bawah dinilai dapat membantu mendeteksi berbagai persoalan sosial sejak dini sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman yang berpotensi berkembang menjadi konflik.
Sinergi antara Bhabinkamtibmas dan para tokoh masyarakat juga diharapkan mampu menciptakan mekanisme penyelesaian persoalan secara lebih cepat melalui komunikasi dan pendekatan yang humanis.
Selain aspek keamanan, para pimpinan perguruan silat juga memberikan perhatian terhadap pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila dan pembentukan karakter generasi muda.
Perguruan pencak silat tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari kemampuan bela diri, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter.
Nilai disiplin, sportivitas, persaudaraan, tanggung jawab dan penghormatan terhadap sesama diharapkan terus ditanamkan kepada para anggota perguruan.
Hal tersebut menjadi penting di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang membuat generasi muda semakin mudah memperoleh berbagai informasi, termasuk informasi yang belum tentu benar.
Pembinaan karakter yang kuat diharapkan mampu membuat para pemuda tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif maupun provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan persatuan masyarakat.
Masukan Soal Transparansi Hukum
Dalam diskusi tersebut, para pimpinan perguruan silat juga menyampaikan masukan terkait pentingnya transparansi dalam proses penegakan hukum.
Masukan tersebut menjadi bagian dari dialog terbuka antara kepolisian dengan masyarakat untuk membangun kepercayaan serta memperkuat komunikasi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolresta Banyuwangi menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Kepolisian juga berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional serta menjalankan proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Banyuwangi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Apabila tidak disikapi secara bijak, informasi palsu atau hoaks dapat menimbulkan kesalahpahaman dan bahkan memicu konflik di tengah masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi.
Para pimpinan perguruan silat juga diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman kepada anggotanya agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang beredar di media sosial.
Bersama Jaga Banyuwangi Tetap Kondusif
Kapolresta Banyuwangi menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar situasi wilayah tetap aman dan kondusif.
Perguruan pencak silat sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat Banyuwangi diharapkan terus menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga persatuan dan keamanan.
Melalui silaturahmi dan komunikasi yang intensif, berbagai potensi persoalan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog sebelum berkembang menjadi konflik.
Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya membangun sinergi antara kepolisian, tokoh masyarakat, perguruan pencak silat dan generasi muda.
Dengan mengedepankan persaudaraan, nilai-nilai Pancasila, profesionalisme penegakan hukum serta kewaspadaan terhadap hoaks dan provokasi, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga Kabupaten Banyuwangi tetap aman, damai dan kondusif.(Red)














