SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, meninjau langsung gladi bersih tim drumband Gita Swara Nala SMAN Taruna Nala Jawa Timur.
Gladi bersih tersebut berlangsung di Lapangan Inspektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Rabu (2/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan para peserta didik yang akan mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Pramuka ke-65.
Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Jatim menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap para siswa yang telah menjalani berbagai persiapan sebelum tampil dalam momentum penting tersebut.
Tim drumband Gita Swara Nala SMAN Taruna Nala Jawa Timur tampak mematangkan berbagai aspek penampilan. Mulai dari kekompakan barisan, ketepatan gerakan, kedisiplinan, hingga kemampuan memainkan alat musik secara bersama-sama terus diasah melalui gladi bersih.
Persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh anggota tim mampu tampil maksimal ketika berada di hadapan peserta Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Latih Kekompakan dan Kedisiplinan
Kegiatan drumband tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bermusik. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang mengajarkan para peserta didik mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, konsentrasi, serta kemampuan untuk mengikuti instruksi dengan tepat.
Setiap anggota dituntut mampu menjaga tempo, mengikuti aba-aba, mempertahankan formasi dan tetap kompak dengan anggota lainnya.
Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat pendidikan karakter yang terus didorong di lingkungan satuan pendidikan Jawa Timur.
Melalui kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai ruang pengembangan bakat, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki di luar pembelajaran akademik.
Penampilan dalam kegiatan besar seperti Apel Hari Pramuka juga memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta didik. Mereka belajar mempersiapkan diri, mengatasi rasa gugup, menjaga konsentrasi dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Aries Agung Paewai menaruh perhatian terhadap berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.
Menurutnya, peserta didik tidak hanya perlu dibekali dengan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, keterampilan sosial, kedisiplinan serta rasa percaya diri.
Gladi bersih yang dilakukan tim Gita Swara Nala menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan pendidikan dapat menjadi sarana untuk membangun karakter dan mengembangkan potensi generasi muda.
Dengan latihan yang dilakukan secara konsisten, para siswa diharapkan mampu menunjukkan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik SMAN Taruna Nala Jawa Timur dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan. Setiap anggota memiliki peran masing-masing dan keberhasilan penampilan sangat bergantung pada kerja sama seluruh tim.
Partisipasi siswa dalam Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas yang memberikan pengalaman nyata.
Para siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dalam kegiatan berskala besar, bekerja dalam sebuah tim, sekaligus menunjukkan hasil latihan yang telah dilakukan.
Semangat dan kerja keras selama proses persiapan diharapkan menjadi pengalaman berharga yang dapat mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab dan kerja sama yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda Jawa Timur yang memiliki karakter kuat serta siap memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Dengan persiapan yang semakin matang, tim drumband Gita Swara Nala SMAN Taruna Nala Jawa Timur diharapkan dapat tampil optimal dalam Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Kehadiran dan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga menjadi dorongan moral bagi para peserta didik agar terus bersemangat mengembangkan potensi, kreativitas dan prestasi mereka.
“Insan Pendidikan” tidak hanya dituntut untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, kreativitas dan kepercayaan diri sebagai bekal menghadapi masa depan.(Red)















