SURABAYA |Nusantara Jaya News – Ribuan massa dari salah satu kelompok pesilat menggelar aksi unjuk rasa di depan Polrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026), untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan aksi premanisme yang menimpa salah seorang anggota perguruan silat mereka.
Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Massa membawa berbagai atribut organisasi serta menyuarakan tuntutan agar kasus dugaan pembacokan terhadap anggota mereka diusut secara tuntas dan para pelaku segera ditangkap.
Sekitar pukul 16.00 WIB, massa yang berada di halaman Polrestabes Surabaya mulai membubarkan diri setelah perwakilan mereka melakukan mediasi dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolrestabes memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang menjadi tuntutan massa. Ia menyampaikan bahwa penyidik telah berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial S, sementara satu pelaku lainnya masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan menegaskan komitmen jajarannya untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Ia memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam aksi pembacokan akan ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami telah mengamankan satu tersangka berinisial S, sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Kami pastikan seluruh pelaku yang terlibat akan ditangkap dan diproses sesuai hukum,” tegasnya di hadapan perwakilan massa.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu hasil utama dalam mediasi yang berlangsung antara pihak kepolisian dengan perwakilan kelompok pesilat. Massa berharap proses hukum berjalan transparan, profesional, dan memberikan rasa keadilan bagi korban.
Usai mediasi, ribuan peserta aksi kemudian bergerak menuju Jalan Teuku Umar, Surabaya, untuk melanjutkan penyampaian aspirasi di lokasi lain. Mereka kembali menyuarakan penolakan terhadap aksi premanisme serta mendesak aparat penegak hukum agar tidak memberikan ruang bagi pelaku kekerasan di Kota Surabaya.
Namun hingga sekitar pukul 16.45 WIB, rombongan massa belum dapat mencapai titik tujuan mereka. Aparat kepolisian melakukan penyekatan di simpang tiga Jalan Teuku Umar sebagai langkah pengamanan dan pengaturan arus massa guna menjaga situasi tetap kondusif.
Pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas. Hingga sore hari, situasi secara umum masih berlangsung aman dan terkendali meski arus kendaraan di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan.
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan anggota perguruan sekaligus desakan agar aparat bertindak tegas terhadap segala bentuk tindak kriminal, khususnya aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok preman.
Mereka berharap proses penyidikan berjalan secara objektif tanpa pandang bulu serta seluruh pelaku segera diamankan sehingga kasus tersebut memperoleh kepastian hukum.
Pihak kepolisian sendiri memastikan penyidikan akan terus dikembangkan, termasuk memburu pelaku yang masih berstatus DPO, serta mengumpulkan alat bukti guna menuntaskan perkara sesuai prosedur hukum yang berlaku.(Red)














