MEDAN — Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumatera Utara) Medan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi bagi mahasiswa melalui lima bidang kompetensi yang berkaitan dengan perkembangan industri kreatif dan digital.
Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 September 2026 tersebut dilaksanakan secara hybrid. Pelatihan digelar secara daring pada 8–9 September, kemudian dilanjutkan dengan Uji Kompetensi (Ujikom) secara luring pada 10 September 2026 di Aula S3 FDK UIN Sumatera Utara Medan.
Program ini mencakup lima skema, yakni Content Creator, Video Editor, Data Management Staff, Digital Marketing, serta Training of Trainer (ToT) Skema Mentor.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan TUK KAMI Kompeten Indonesia, dengan Direktur Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., sebagai bagian dari penyelenggaraan pelatihan dan uji kompetensi.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FDK UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag. Turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha FDK UIN Sumatera Utara, Asriani, S.Ag.
Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Kompetensi
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan pada kebutuhan keterampilan di berbagai bidang pekerjaan. Kondisi tersebut membuat mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga perlu memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dan diuji sesuai bidang kompetensinya.
Hal tersebut menjadi salah satu konteks pelaksanaan program pelatihan dan sertifikasi di FDK UIN Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag. menyampaikan pentingnya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan praktis sebagai bagian dari proses pendidikan.
“Mahasiswa perlu memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan dan diterapkan sesuai dengan bidang yang diminati. Pelatihan dan sertifikasi menjadi salah satu proses untuk memberikan pengalaman tersebut,” ujar Hasan.
Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa dalam mengenal kebutuhan kompetensi di luar lingkungan akademik.
Lima Skema, Satu Proses Pengembangan Kompetensi
Peserta mengikuti pelatihan selama dua hari secara daring. Materi diberikan berdasarkan skema yang dipilih, mulai dari produksi konten digital, penyuntingan video, pengelolaan data, pemasaran digital, hingga kemampuan sebagai mentor atau tenaga pelatih.
Setelah menyelesaikan tahap pelatihan, peserta mengikuti uji kompetensi secara langsung di Aula S3 FDK UIN Sumatera Utara.
Pada tahap tersebut, peserta mengikuti proses penilaian sesuai dengan skema masing-masing. Kemampuan peserta dinilai berdasarkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang relevan dengan kompetensi yang diujikan.
KAMI Kompeten: Kompetensi Perlu Dibuktikan
Direktur TUK KAMI Kompeten Indonesia, Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa pelatihan dan uji kompetensi merupakan dua tahapan yang saling berkaitan dalam proses pengembangan kompetensi peserta.
“Peserta mengikuti proses pelatihan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi. Dalam proses tersebut, peserta menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan kompetensi pada skema yang diikuti,” kata Ivan.
Ia menjelaskan bahwa lima skema yang dilaksanakan memiliki karakteristik kompetensi yang berbeda. Karena itu, peserta mengikuti proses pembelajaran dan penilaian sesuai dengan bidang masing-masing.
Bagi Ivan, kegiatan sertifikasi kompetensi di lingkungan perguruan tinggi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengenal proses penilaian kompetensi sebelum memasuki lingkungan profesional.
Kolaborasi Pendidikan dan Kompetensi
Pelaksanaan kegiatan ini mempertemukan lingkungan akademik dengan proses pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan uji kompetensi.
Bagi mahasiswa, proses tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan pada bidang yang dipilih sekaligus memahami bagaimana kompetensi dinilai melalui tahapan yang terstruktur.
Sementara bagi perguruan tinggi, kegiatan pengembangan kompetensi menjadi salah satu bentuk aktivitas yang dapat mendukung pembelajaran mahasiswa agar memiliki pengalaman yang lebih beragam.
Rangkaian kegiatan FDK UIN Sumatera Utara bersama TUK KAMI Kompeten Indonesia tersebut ditutup dengan pelaksanaan uji kompetensi pada 10 September 2026.
Lima skema yang menjadi bagian dari kegiatan ini sekaligus menggambarkan sejumlah bidang keterampilan yang berkembang di era digital: Content Creator, Video Editor, Data Management Staff, Digital Marketing, dan Training of Trainer Skema Mentor.
Dari kampus, mahasiswa belajar. Dari proses kompetensi, mereka menguji kemampuan. Dari pengalaman tersebut, mereka dipersiapkan untuk terus berkembang. (AH)















