Budaya, Aksara
ŚŪRABHAYA – Membawa nilai Kemajapahitan ke Surabaya melalui Lomba Menulis Aksara Jawa, yang menghubungkan semangat sejarah Sumpah Palapa (1336) dan Sumpah Pemuda (1928) dengan Sumpah Budaya (2026).
Sumpah/Ikrar Budaya adalah bagian dalam lomba mendatang. Lomba ini sendiri mengangkat nilai nilai luhur yang sudah ada sejak lama. Yaitu semangat persatuan wilayah dengan keragaman budayanya. Itulah yang terwujud dalam bingkai Sumpah Palapa (1336 M).
Kemudian dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda yang mengandung semangat Kesatuan dan Persatuan dalam kebhinekaan (1928). Selanjutnya pada pasca kemerdekaan ini, dikuatkan lagi dengan Sumpah Budaya yang menjadi ciri khas Indonesia.
Perlunya komitmen atau “sumpah/tekad budaya” dalam keragaman Indonesia adalah untuk memperkuat persatuan nasional, menjaga identitas bangsa dari arus globalisasi, serta mencegah perpecahan akibat perbedaan.
Melalui lomba ini ada kesadaran berbangsa untuk senantiasa menjaga jati diri Bangsa dan keutuhan NKRI.
Pelaksanaan perlombaan ini memang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran berbangsa, serta memotivasi masyarakat untuk selalu menjaga identitas (jati diri) nasional dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lomba ini memang dibuat berdasarkan pada nilai Sumpah Pemuda dan Sumpah Palapa. Dengan bertempat pada universitas, yang mengemban nilai Kewijayakusumaan (Nilai Raden Wijaya, pendiri dan raja pertama Majapahit), penyelenggaraan lomba ini semakin lengkap dan apalagi didukung dengan trofi yang dibuat dari Bumi Majapahit yang berbentuk Candi Bajang Ratu.

Dari Śūrabaya diperkenalkan kembali semangat Kebesaran Majapahit yang kala itu (1336 M) telah berhasil menyatukan Nusantara. Dengan semangat “sedikit sedikit lama la menjadi bukit”, niscaya sebuah mimpi besar akan terbukti. (nng)













