Denpasar – Nusantarajayanews.id | Otoritas Jasa Keuangan OJK Provinsi Bali terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, dalam kegiatan Media Gathering “Ngorte” Ngobrol Bareng Media, Rabu 15 September 2026 di Kantor OJK Bali.
Parjiman menyampaikan sepanjang tahun 2026 hingga Agustus, OJK Bali telah melaksanakan 11.420 kegiatan edukasi keuangan dengan total 75.820 peserta.
Program yang dijalankan antara lain GENCARKAN dengan 909 kegiatan dan 933.594 peserta, GERAK SYARIAH, SIMOLEK, Duta Literasi sebanyak 773 orang, serta KKN LIK yang menggandeng perguruan tinggi dengan 11.288 kegiatan dan 59.475 peserta. OJK Bali juga mendorong edukasi digital melalui LMS Edukasi Keuangan LMSKU yang telah memiliki 13.709 pengguna di Bali.
Selain itu, OJK Provinsi Bali menginisiasi Modul Ajar Literasi Keuangan tingkat SMA atau MA bersama MGMP Ekonomi dan Disdikpora Provinsi Bali. Modul tersebut saat ini masuk nominasi Financial Literacy Award 2026 sebagai Pemda dengan Program Literasi Keuangan Terbaik.
Pada sisi inklusi keuangan, Parjiman menyebutkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah TPAKD di 9 Kabupaten atau Kota dan 1 Provinsi telah melaksanakan 486 kegiatan dengan 22.764 peserta hingga Agustus 2026. Bentuk kegiatannya berupa sosialisasi, edukasi, business matching, dan pendampingan.
Rinciannya, program KEJAR KU Pandai dilaksanakan 355 kegiatan dengan 16.225 peserta. Optimalisasi Kredit Program KUR, KUA, UMI sebanyak 82 kegiatan dengan 3.162 peserta. UMKM Bali Nadi Jayanti 12 kegiatan dengan 298 peserta. Edukasi kepada ASN dan masyarakat 20 kegiatan dengan 2.030 peserta. Desa EKI Seraya Timur 2 kegiatan dengan 145 peserta, serta program kerja lainnya 15 kegiatan dengan 904 peserta.
Untuk penyaluran pembiayaan, Kredit atau Pembiayaan Pertanian K atau PSP telah menyalurkan Rp12,72 miliar kepada 101 debitur. Sementara Kredit atau Pembiayaan Melawan Rentenir K atau PMR telah menjangkau 7.097 debitur dengan total pembiayaan Rp325,28 miliar.
Program KEJARKU Pandai atau Satu Rekening Satu Pelajar juga menunjukkan capaian. Tercatat 863.303 siswa memiliki 737.902 rekening dengan nominal Rp215,1 miliar dan tingkat kepemilikan 85,47 persen. Pada puncak kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, SMP Negeri 9 Denpasar meraih penghargaan sebagai Satuan Pendidikan Implementasi KEJAR Terbaik Kategori Pendidikan Umum.
Parjiman juga menyoroti program Mekarya Ulian Tresna dan Pengembangan Ekonomi Daerah PED komoditas kakao melalui diskusi intensif bersama Komisi XI DPR RI dan stakeholders. Beberapa inisiatif TPAKD daerah juga berjalan seperti Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera SIDI KUMBARA di Badung, KURDA Gianyar Aman Sejahtera GAS di Gianyar, serta KURDA Calon Pekerja Migran Indonesia di Bangli dan Jembrana.
“Kami berharap melalui sinergi dengan media, informasi literasi dan inklusi keuangan dapat tersebar lebih luas sehingga masyarakat Bali semakin terlindungi dan berdaya secara finansial,” tutup Parjiman.(tik)















