DELI SERDANG | SIARAN KABAR — Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah Sumatera Utara (PW IPA Sumut), Ahmad Irham Tajhi, menyoroti serius dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan santri dan guru setelah mengikuti rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (22/10/2026).
Ahmad Irham Tajhi menilai insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, keselamatan para santri dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama, terlebih kegiatan tersebut merupakan agenda peringatan Hari Santri Nasional yang semestinya berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kami sangat menyayangkan adanya dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan santri dan guru. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya panitia penyelenggara dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Keselamatan peserta tidak boleh diabaikan,” demikian pernyataan yang disusun untuk Ahmad Irham Tajhi.
Ia meminta Pemkab Deli Serdang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyediaan konsumsi dalam kegiatan tersebut. Apabila benar ditemukan makanan yang tidak layak dikonsumsi, pihak terkait harus menjelaskan bagaimana makanan tersebut dapat dibagikan kepada para peserta.
“Kami meminta agar persoalan ini diusut secara transparan. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai aturan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Ustaz Darul, para santri dan guru mengalami gejala mual, muntah-muntah, hingga demam setelah menyantap nasi bungkus yang disediakan dalam kegiatan HSN. Sejumlah korban dilaporkan mendapatkan perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan.
Dalam informasi yang beredar, salah satu lauk yang disediakan, yakni ikan nila, disebut berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sementara itu, lauk daging dan ayam dilaporkan dalam kondisi berbeda. Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan pengujian sampel makanan oleh instansi berwenang.
Ahmad Irham Tajhi juga mendorong Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi, memeriksa sampel makanan apabila masih tersedia, serta memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis yang diperlukan.
“Jangan hanya berfokus pada pelaksanaan acara, tetapi mengabaikan aspek keamanan pangan. Setiap penyelenggara kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar harus memastikan makanan yang dibagikan layak konsumsi dan memenuhi standar kesehatan,” tegas pernyataan tersebut.
Ia turut meminta Pemkab Deli Serdang memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai langkah penanganan yang telah dilakukan, termasuk pendampingan terhadap para korban dan evaluasi terhadap penyedia konsumsi.
Bagi PW IPA Sumut, persoalan ini bukan sekadar tentang makanan yang dibagikan dalam sebuah acara, melainkan menyangkut tanggung jawab, kepedulian, dan perlindungan terhadap para santri yang merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa.
“Kami berharap seluruh pihak mengutamakan keselamatan korban dan tidak saling melempar tanggung jawab. Yang terpenting saat ini adalah memastikan para santri dan guru mendapatkan perawatan yang layak, mengungkap penyebab kejadian secara objektif, serta mencegah agar peristiwa serupa tidak terulang,” tutup pernyataan tersebut.
Sebelumnya, Kabag Kesra Pemkab Deli Serdang, Gento Herlambang, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten akan menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk menjenguk para santri yang tengah menjalani perawatan medis.
PW IPA Sumut berharap penanganan kasus ini dilakukan secara serius, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku demi memberikan kejelasan kepada para korban beserta keluarga mereka. (Spt)













