DELI SERDANG — Gerakan Pramuka Santri (PASTI) Memilih Pondok Pesantren Modern Fajrul Iman, Patumbak II, Kabupaten Deli Serdang, Menjadi Bumi Perkemahan penyelenggaraan Kursus Mahir Dasar (KMD) Gerakan Pramuka Santri Tahun 2026. Kegiatan pelatihan kepramukaan tingkat dasar ini berlangsung selama enam hari, mulai 16 hingga 21 Oktober 2026.
Sebanyak kurang lebih 190 santri dan santriwati dari 11 pondok pesantren lintas provinsi di Sumatera Utara dan Aceh turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Adapun pesantren yang mengirimkan utusannya meliputi PP Darul Ma’rifat, PP Darul Husna, PP Darul Aman, PP Mutia Rahma, PP Al-Hasimiyah, PP Al-Husna, PP Al Barokah, PP Madani Ikhwanul Hasanah, PP Raudatul Jannah, PP Baitussalam, serta PP Az-Zuhri.
KMD Gerakan Pramuka Santri ini diselenggarakan dengan tujuan utama melahirkan barisan pembina pramuka yang handal, terampil, dan ahli di bidang kepramukaan berbasis nilai-nilai kepesantrenan.
Meneruskan Estafet Kepelatihan
Dalam upacara pembukaan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab) Kwarcab Deli Serdang, Kak Nasib Solichin, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Kak Nasib menekankan pentingnya keseriusan dan ketekunan seluruh peserta selama mengikuti tahapan pelatihan.
“KMD ini merupakan ajang pelatihan resmi yang sangat krusial. Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti materi dengan serius dan tekun. Insyaallah, pelatihan KMD yang diinisiasi oleh Gerakan Pramuka Santri ini mampu meneruskan estafet kepelatihan yang mumpuni, tangkas, dan berkualitas di dunia kepramukaan,” ujar Kak Nasib Solichin di hadapan para peserta dan pembina.
Wadah Silaturahmi dan Edukasi
Sementara itu, Founder Gerakan Pramuka Santri (PASTI), Kyai Dr. Amar Tarmizi, M.Pd., menjelaskan bahwa gerakan ini telah berkiprah sejak tahun 2015. Hingga kini, PASTI konsisten menghadirkan berbagai program edukatif berbasis kepramukaan untuk mempererat tali silaturahmi antar-pesantren.
“Gerakan ini merupakan wadah untuk menunjukkan bahwa santri pondok pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu mengambil peran aktif serta memiliki keahlian dan keterampilan tangguh di bidang kepramukaan,” ungkap Kyai Amar.
Ia mengingatkan para peserta bahwa KMD merupakan gerbang awal menuju jenjang pelatih kepramukaan yang profesional. Karena itu, Kyai Amar mengimbau seluruh santri dan santriwati untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga usai.
Apresiasi dan Imbauan Kesehatan
Pada kesempatan yang sama, Kyai Amar menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pusdiklatcab Kwarcab Deli Serdang atas sinergi dan pemahamannya terhadap kebutuhan edukasi kepramukaan bagi para santri. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada pihak Pondok Pesantren Modern Fajrul Iman Patumbak II yang telah berupaya maksimal menyediakan sarana dan fasilitas kenyamanan bagi ratusan peserta.
Menutup arahannya, Kyai Amar memberikan penekanan khusus terkait kondisi lingkungan. Mengingat cuaca buruk dan fenomena kebakaran hutan di wilayah Sumatera yang memicu maraknya wabah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta kalimat (asap/kabut), beliau mengimbau seluruh elemen yang hadir untuk tetap disiplin menggunakan masker.
“Kesehatan adalah kunci utama agar adik-adik santri dapat menyerap seluruh ilmu kepramukaan ini secara optimal. Tetap gunakan masker dan jaga kondisi stamina selama pelatihan berlangsung,” pungkasnya.(Red)













