Jakarta, 3 Oktober 2026 — Garda Nusantara menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari gerakan masyarakat yang mendorong kesejahteraan rakyat melalui kolaborasi, pemberdayaan, dan aksi nyata di berbagai daerah.
Mengusung semangat “Bersatu dalam Bakti, Bergerak untuk Negeri”, Garda Nusantara membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat, pemuda, pelaku UMKM, profesional, komunitas, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengubah kepedulian menjadi program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketua Umum Garda Nusantara, Eri Rahmat Al Haidir, menyampaikan bahwa organisasi tidak ingin berhenti pada kegiatan seremonial.
“Kami ingin Garda Nusantara dikenal bukan karena banyaknya kegiatan, tetapi karena manfaat yang ditinggalkan. Ukuran keberhasilan kami adalah ketika masyarakat merasakan perubahan.”
DORONG PROGRAM YANG MENJAWAB KEBUTUHAN MASYARAKAT
Garda Nusantara menyiapkan sejumlah program unggulan yang diarahkan pada kebutuhan konkret masyarakat, antara lain:
– Pemberdayaan UMKM dan ekonomi rakyat
– Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia
– Kesehatan masyarakat
– Kegiatan sosial dan kemanusiaan
– Pemberdayaan pemuda
– Pelestarian lingkungan
– Kebencanaan dan respons sosial
– Digitalisasi dan pengembangan kapasitas masyarakat
– Penguatan potensi ekonomi daerah
Program tersebut akan dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif dengan mengutamakan kebutuhan serta potensi masing-masing daerah.
DARI GERAKAN MASYARAKAT MENJADI MITRA KOLABORASI
Garda Nusantara melihat bahwa pembangunan membutuhkan keterlibatan banyak unsur masyarakat. Karena itu, organisasi mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang mempertemukan masyarakat dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan berbagai lembaga lainnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, yang antara lain menempatkan pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, penguatan peran pemuda, pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, serta pembangunan dari desa sebagai bagian dari prioritas pembangunan.
Bappenas juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk organisasi kemasyarakatan, dalam memperkuat pelaksanaan prioritas pembangunan sosial.
AKSI DIUKUR DARI DAMPAK
Ke depan, Garda Nusantara akan mendorong setiap program memiliki sasaran dan indikator yang jelas, sehingga kegiatan tidak berhenti pada dokumentasi.
Mulai dari jumlah UMKM yang mendapatkan pendampingan, masyarakat yang memperoleh manfaat kegiatan sosial, pemuda yang mengikuti pelatihan, hingga program lingkungan dan kebencanaan yang dilaksanakan di daerah.
“Kami ingin setiap anggota memiliki ruang untuk berkontribusi. Yang punya keahlian bisa berbagi keahlian. Yang punya jaringan bisa membuka kolaborasi. Yang punya tenaga bisa turun membantu masyarakat. Semua memiliki peran,” ujar Eri Rahmat Al Haidir.
MEMBUKA PINTU KOLABORASI
Garda Nusantara mengajak pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun kerja sama yang berorientasi pada manfaat publik.
Garda Nusantara menegaskan posisinya sebagai organisasi masyarakat yang terbuka terhadap kolaborasi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya menjadi organisasi yang hadir ketika ada momentum. Kami ingin hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi.”
Dengan jaringan dan semangat gotong royong yang terus dibangun, Garda Nusantara menargetkan penguatan organisasi di tingkat daerah sekaligus peningkatan kapasitas anggota agar mampu menjadi penggerak kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.(Jhd)













