banner 1000x130
Berita  

Mediasi di Mapolres Jember, Suhadi dan Jumantoro Sampaikan Permintaan Maaf kepada Madas Sedarah

banner 2500x130 banner 1000x130

JEMBER — Persoalan terkait penyampaian yang dinilai kurang etis dalam Konsolidasi Penataan pasar tanjung bersama bupati Jember di dinas pendidikan jember pada hari Jumat tanggal 2 Oktober 2026 akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi dan klarifikasi di Mapolres Jember.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Suhadi dan Bapak Jumantoro yang di dampingi oleh ketua dari Laskar Jahanam bapak Duwi Agus, maksut tersebut bapak Suhadi dan bapak Jumantoro menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada jajaran organisasi Madas Sedarah seluruh Indonesia khususnya Madas Sedarah Dpc kabupaten Jember yang di pimpin Agus Jagal dan jajarannya.(4/10)

banner 1000x130

Mediasi klarifikasi tersebut dilaksanakan di ruangan Unit Intel Mapolres Jember pada hari Minggu tanggal 4 Oktober pukul 14.30 Wib dan dihadiri sejumlah pihak, di antaranya jajaran Intel Polres Jember beserta anggota, Satuan Samapta Polres Jember, Kapolsek Kaliwates beserta jajaran, Bapak Suhadi dan Bapak Jumantoro, ketua Laskar Jahanam Bapak Duwi Agus dan anggotanya, serta ketua DPC Madas Sedarah Kabupaten Jember yang di pimpin Agus Jagal beserta anggotanya, Ketua DPC Bondowoso beserta anggotanya, ketua DPC Probolinggo beserta anggotanya dan Divisi Hukum Madas Sedarah Jember.

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai langkah klarifikasi sekaligus mencari penyelesaian yang terbaik atas persoalan yang muncul setelah adanya penyampaian dalam audiensi bersama bupati Jember terkait persoalan dan dinamika tata kelola Pasar Tanjung Jember yang dinilai kurang tepat dan harus di luruskan oleh pihak-pihak yang terkait.

Dalam mediasi tersebut Suhadi secara langsung menyampaikan permintaan maaf di hadapan Ketua Madas Sedarah DPC Kabupaten Jember yang di pimpin Agus Jagal, Ketua DPC Madas Sedarah Bondowoso , Ketua DPC Madas Sedarah Probolinggo, serta Tim Divisi Hukum Madas Sedarah kabupaten Jember serta disaksikan oleh seluruh anggota Mapolres Jember.

Permintaan maaf tersebut, atas penyampaiannya yang di anggap kurang etis atau tidak sopan di hadapan bapak bupati Jember serta pemimpin dan para Tokoh yang ada di kabupaten jember. Sikap permintaan maav tersebut di nilai menjadi langkah positif kedepan antar ormas di kabupaten Jember, sehingga bisa kolaborasi untuk menjadi Jember baru dan Jember maju.

Hal serupa juga dilakukan oleh bapak Jumantoro. Ia secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Madas Sedarah DPC Kabupaten Jember yang di pimpin Agus Jagal dan anggotanya, Ketua DPC DPC Madas Sedarah Bondowoso , Ketua DPC Madas Sedarah Probolinggo dan Divisi Hukum Madas Sedarah kabupaten Jember serta di saksikan oleh jajaran Mapolres Jember.

Mediasi tersebut, permintaan maaf yang dilakukan dari saudara bapak Suhadi dan bapak Jumantoro dilakukan secara langsung dan tidak dilakukan karena adanya paksaan dari pihak manapun. Keduanya menyampaikan permintaan maaf sebagai bentuk kesadaran serta itikad untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

Kehadiran jajaran kepolisian dalam proses mediasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan, kondusiftas dan ketertiban selama berlangsungnya proses mediasi klarifikasi.

Agus Jagal menyampaikan persoalan mengenai tata kelola Pasar Tanjung tetap dapat dibicarakan melalui jalur komunikasi dan penyampaian aspirasi kepada pemerintah kabupaten Jember. Karena pasar tanjung merupakan salah satu pusat perbelanjaan antar pedagang dan masyarakat. Berbagai aspirasi antar pedagang dan masyarakat diharapkan dapat kembali mengedepankan komunikasi yang konstruktif sehingga bisa menghasilkan solusi yang terbaik dan dapat di terima bersama.

Dengan adanya permintaan maaf secara langsung dari Suhadi dan Jumantoro, proses mediasi tersebut diharapkan menjadi titik penyelesaian sekaligus mempererat kembali hubungan antar organisasi kemasyarakatan di kabupaten Jember untuk menciptakan kondisi yang kondusif demi Jember baru dan Jember maju.

Agus Jagal juga menyampaikan setiap penyampaian aspirasi diharapkan tetap mengedepankan etika, kesopanan serta menghormati seluruh para tokoh yang ada di kabupaten Jember. Dengan demikian audensi tersebut menjadi tempat menciptakan penyampaian keluhan pendapat dan menjadi sarana untuk mencari jalan keluar yang terbaik atas berbagai persoalan yang dihadapi.(Si)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130