MEDAN – Mahasiswa Pejuang Labuhanbatu Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumatera Utara, Senin (2/11/2026).
Mereka mendesak Kapolda Sumut mengevaluasi dan mencopot Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endra Jaya, Kasat Narkoba AKP Hardianto, serta Kapolsek Kualuh Hulu apabila terbukti tidak maksimal dalam memberantas peredaran narkotika.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti nama Kiki yang disebut-sebut sebagai dugaan bandar baru narkotika dengan jaringan yang diklaim memiliki puluhan cabang di wilayah Labuhanbatu Utara (Labura).
Mahasiswa juga menyampaikan sejumlah nama dan titik lokasi yang mereka minta agar ditelusuri aparat penegak hukum.
Di wilayah hukum Polsek Kualuh Hulu, nama yang disampaikan meliputi Danil atau DS dan Bowo di Desa Perpaudangan, Dedi Sitorus di Desa Kuala Beringin, Sutrisno Sibarani alias Inok di Damuli Kebun, serta Adam Jorji Tanjung alias Yogi di kawasan Pasar Pagi Gunting Saga.
Di wilayah hukum Polsek Aek Natas, mahasiswa menyebut barak di Kelurahan Bandar Durian yang dikaitkan dengan Arifin Tanjung, Pak Pie di kawasan Simangga Mangga Desa Terang Bulan, serta Edi Munthe alias Edi Gobel di kawasan Simpang Brofit Desa Terang Bulan.
Sementara di wilayah hukum Polsek Kota Batu, nama yang disampaikan antara lain Redho Khan di kawasan Pulo Jantan dan Aek Kota Batu, Alim di Pulo Hopur Desa Silumajang, Dedi Upal Ritonga di Pulo Godan dan Desa Silumajang, serta Abdul Munthe di kawasan Balai Desa Meranti Omas.
Mahasiswa mendesak Polda Sumut menyelidiki seluruh informasi tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan yang mereka sebut berkaitan dengan Kiki. Mereka juga meminta Propam memeriksa personel apabila ditemukan indikasi pembiaran atau keterlibatan oknum kepolisian.
“Jangan biarkan bandar narkoba lebih berkuasa daripada aparat. Bongkar jaringan besarnya, jangan hanya menangkap pengguna dan pelaku kecil!” demikian penegasan mahasiswa dalam aksi tersebut.
Mahasiswa Pejuang Labuhanbatu Raya menyatakan akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga tuntutan mereka mendapat perhatian dan tindak lanjut dari Polda Sumut.
Hingga berita ini diterbitkan, nama-nama dan lokasi tersebut masih sebatas informasi dalam aspirasi mahasiswa dan belum terverifikasi secara independen. Belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut maupun kepolisian terkait tudingan tersebut. (Spt)













