banner 1000x130
Polri  

Polisi Telusuri Dugaan Karhutla Sengaja Dibakar di Magetan

banner 2500x130 banner 1000x130

Magetan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan meminta kepolisian menelusuri penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di wilayah tersebut. Penelusuran dinilai penting, terutama terhadap kejadian yang diduga dipicu aktivitas manusia.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa, Sabtu (03/10/2026) mengatakan, permintaan tersebut disampaikan menyusul keterangan BPBD Magetan yang menyebut aktivitas manusia menjadi salah satu pemicu kebakaran. Faktor tersebut antara lain pembakaran sampah yang merambat ke lahan, puntung rokok, hingga dugaan pembakaran secara sengaja.

banner 1000x130

“Kalau sudah ada dugaan kesengajaan yang disampaikan BPBD, menurut saya aparat keamanan perlu masuk dan menelusuri. Bukan untuk buru-buru mencari tersangka, tetapi untuk memastikan apa penyebab kebakaran yang terus berulang,” ujarnya.

Diana mengapresiasi petugas dan relawan yang selama ini terlibat dalam upaya pemadaman. Namun, menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya sampai api berhasil dipadamkan.

“Jangan sampai polanya berulang. Ada api, petugas datang, api padam, lalu selesai. Kita harus mulai masuk ke tahap lebih jauh. Dimana asal api? Apa penyebabnya? Kalau ada unsur kesengajaan atau kelalaian, siapa bertanggung jawab? Itu yang perlu ditelusuri aparat,” katanya.

Berdasarkan publikasi resmi Pemkab Magetan pada 5 Agustus 2026, BPBD Magetan mencatat 45 kejadian kebakaran lahan sepanjang Mei hingga Juli 2026. Kejadian tersebut meliputi 21 titik lahan bambu, 11 lahan tebu, dua lahan jati, satu lahan sampah, dan 10 lokasi ladang.

BPBD Magetan menyebut lonjakan kebakaran tersebut sebagian besar dipicu aktivitas manusia, selain kondisi cuaca kering dan angin kencang. Pemicu yang disebut antara lain pembakaran sampah yang merambat ke lahan, pembuangan puntung rokok sembarangan, serta dugaan unsur kesengajaan.

Menurut Diana, tingginya kejadian kebakaran menjadi alasan perlunya penelusuran yang lebih sistematis untuk mengetahui asal api dan penyebab setiap kejadian.

“Ketika sudah ada indikasi seperti itu, aparat perlu memastikan fakta di lapangan. Penelusuran tersebut penting agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara jelas dan langkah pencegahan bisa dilakukan secara tepat,” katanya.

Ia juga mendorong Polres Magetan menelusuri kejadian yang memiliki indikasi pelanggaran serta menyampaikan perkembangan penanganannya kepada masyarakat sepanjang tidak mengganggu proses hukum.

“Kami mendorong Polres Magetan menelusuri kejadian yang memang memiliki indikasi tersebut dan menyampaikan perkembangannya ke masyarakat sejauh dimungkinkan oleh proses hukum,” katanya.

Meski demikian, Diana menegaskan permintaan tersebut tidak berarti seluruh kejadian karhutla di Magetan disebabkan kesengajaan. Faktor alam maupun penyebab lainnya tetap perlu dibuktikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti di lapangan.

Ia meminta BPBD, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, Damkar, pemerintah desa, serta instansi terkait mendukung proses penelusuran dengan memberikan data dan hasil asesmen setiap kejadian.

Koordinasi lintas sektor dinilai penting karena penanganan karhutla di Magetan melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, TNI, Perhutani, petugas pemadam kebakaran, dan relawan. BPBD Magetan sendiri sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Selain penelusuran penyebab, Diana meminta informasi mengenai penanganan karhutla disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui media massa maupun kanal resmi instansi.

“Tujuannya bukan membuka materi penyelidikan yang memang belum boleh dibuka. Namun, lebih untuk pengungkapan penyebab guna menentukan pola pencegahan berikutnya. Sehingga kejadian karhutla tidak berulang setiap tahun saat kemarau yang bisa menimbulkan kerugian dan merusak ekosistem alam,” katanya.(Red)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130