banner 1000x130

Ramblan, Adik Tersangka Saldy, Ditangkap dalam Kasus Penyerangan Polisi di Katingan, Pengejaran Pelaku Lain Berlanjut

banner 2500x130 banner 1000x130

KATINGAN |Nusantara Jaya News — Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan kembali menangkap satu terduga pelaku dalam kasus penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang terjadi saat operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Terduga pelaku yang berhasil diamankan diketahui bernama Ramblan (R). Berdasarkan hasil penyelidikan, Ramblan merupakan adik kandung dari Saldy, tersangka pertama yang telah lebih dahulu ditangkap aparat. Ia juga merupakan kakak dari Bio, yang hingga kini masih dalam pengejaran tim gabungan.

banner 1000x130 banner 1000x130

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Ramblan berhasil diamankan pada Sabtu malam setelah petugas melakukan pelacakan intensif di wilayah Kabupaten Katingan.
“Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan di lapangan,” ujar AKBP Dodik Hartono.

Sebelumnya, aparat gabungan telah menangkap Saldy di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Penangkapan tersebut menjadi awal dari rangkaian pengungkapan kasus yang menyebabkan gugurnya personel Polri saat menjalankan tugas.

Dengan diamankannya Ramblan, penyidik kini semakin fokus mendalami peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka juga terus dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan keterlibatan pihak lain.

Meski demikian, proses penegakan hukum belum berakhir. Polisi masih memburu Bio yang diduga ikut terlibat dalam peristiwa tersebut, serta sejumlah orang lain yang diduga berperan dalam aksi penyerangan terhadap aparat kepolisian.

Insiden berdarah itu terjadi ketika anggota Satresnarkoba Polres Katingan melaksanakan operasi pemberantasan peredaran narkotika. Saat menjalankan tugas, petugas diduga mendapat perlawanan dari sekelompok orang yang menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan sehingga terjadi bentrokan yang mengakibatkan jatuhnya korban.

Dalam peristiwa tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas. Selain itu, Bripda Nopandri Ramadhana juga ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang. Sementara itu, hingga kini Aiptu Sumariyanto masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terus menyisir sejumlah lokasi di sekitar wilayah kejadian.

Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Operasi pengejaran terhadap para pelaku yang masih buron terus dilakukan dengan melibatkan personel gabungan guna memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para terduga pelaku yang masih melarikan diri. Dukungan masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat proses pengungkapan perkara sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Katingan.(Red).

banner 1000x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130