JAKARTA |Nusantara Jaya News – Kabar membanggakan datang dari sektor penanggulangan bencana Kabupaten Morowali Utara. Faisal Tahadju, ST., M.Si., pejabat andalan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morowali Utara, sukses lolos seleksi untuk masuk dalam jajaran peserta Pelatihan Perencanaan Kontingensi Angkatan 3 Tahun 2026.
Diklat berskala nasional ini diselenggarakan langsung oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB BNPB) dengan misi utama melahirkan barisan pemimpin hebat yang tangguh menghadapi krisis kedaruratan.
Sesuai surat pemanggilan resmi dari BNPB Nomor B-203/BNPB/PUSDIKLAT/DL.02.01/09/2026, agenda penting ini akan bergulir secara virtual selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 21-25 September 2026. Melalui metode kombinasi tatap muka virtual via Zoom dan belajar mandiri (asynchronous), Faisal Tahadju dijadwalkan mengikuti 53 Jam Pelajaran (JP) materi intensif yang disiapkan oleh para Widyaiswara dan praktisi ahli kebencanaan.
Penyelenggaraan pelatihan ini bertumpu pada tujuan krusial, yakni menggembleng kemampuan serta kesiapsiagaan personal, kelembagaan, maupun perangkat daerah. Setiap peserta dilatih secara taktis agar mampu menyusun strategi jitu dalam merespons situasi darurat, krisis, ataupun potensi bencana yang sifatnya belum pasti di masa mendatang.
Mengingat bobot pelatihan yang tinggi, Faisal bersama utusan daerah lainnya dibebaskan penuh dari tugas rutin kantor agar fokus menyerap seluruh materi.
Berbicara mengenai kesempatan berharga ini, Faisal Tahadju mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap keseriusan BNPB. Ia menilai rancangan kurikulum digital yang disiapkan panitia sangat taktis dan aplikatif. Terlebih, pelatihan ini langsung menyentuh metode penyusunan dokumen kontingensi secara riil, sebuah bekal vital yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat manajemen penanggulangan bencana di tingkat daerah.Ia pun menitipkan pesan kuat bagi seluruh insan kebencanaan di tanah air.
Faisal menegaskan bahwa rencana di atas kertas tidak akan berarti tanpa adanya komitmen aksi nyata yang pasti. Ia bertekad membawa pulang ilmu dari diklat ini untuk merangkul dan mengonsolidasikan elemen lintas sektor serta masyarakat. Harapannya, sekembali dari pelatihan, ia dapat menjadi motor penggerak dan pemimpin yang handal guna merancang strategi kedaruratan yang kokoh demi melindungi warga Morowali Utara dari risiko bencana.
Standar kelulusan yang diterapkan BNPB tergolong ketat, dengan syarat mutlak kehadiran 90 persen serta kelulusan berbasis instrumen pre-test, post-test, dan presentasi akhir.
Keikutsertaan Faisal Tahadju dalam forum nasional ini menumbuhkan optimisme besar bagi Kabupaten Morowali Utara untuk memiliki nakhoda mitigasi yang jauh lebih responsif, adaptif, dan terukur.
(Thom)















