banner 1000x130
Berita  

ICMI Muda Simalungun Hadiri Haul ke- 17 Tuan Guru Batak: Rawat Spiritualitas, Teguhkan Kemanusiaan

banner 2500x130 banner 1000x130

SIMALUNGUN — Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Kabupaten Simalungun menghadiri Haul ke-17 Tuan Guru Batak I, doa keselamatan bangsa, dan peresmian Rumah Tahfiz Haji Sugiat Santoso yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Pondok Persulukan Serambi Babussalam, Desa Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Mempertajam Nurani, Menumbuhkan Empati & Kemanusiaan”, sebuah pesan yang menegaskan pentingnya membangun kehidupan beragama yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritualitas, tetapi juga melahirkan kepedulian, kepekaan sosial, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

banner 1000x130

ICMI Muda Kabupaten Simalungun hadir melalui Ketua Umum, Dwi Kurniawan, S.Ag., dan Ketua Harian, Suprianto Saragih, S.S. Kehadiran keduanya merupakan wujud penghormatan terhadap perjuangan dan keteladanan Tuan Guru Batak I, Syekh Abdurrahman Rajagukguk Q.S., sekaligus bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an dan kehidupan keagamaan masyarakat.

Bagi Dwi Kurniawan, kegiatan ini memiliki makna personal dan spiritual. Selain mengemban amanah sebagai Ketua Umum ICMI Muda Kabupaten Simalungun, ia juga merupakan murid Tuan Guru Batak. Momentum haul menjadi kesempatan untuk mengenang keteladanan guru sekaligus meneguhkan komitmen dalam melanjutkan nilai-nilai ilmu, adab, dan pengabdian kepada umat.

Ketua Umum ICMI Muda Kabupaten Simalungun, Dwi Kurniawan, S.Ag., menyampaikan bahwa tema kegiatan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan peran cendekiawan Muslim dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Bagi saya, sebagai murid Tuan Guru Batak, haul ini bukan sekadar momentum mengenang seorang guru, tetapi juga menjadi ruang untuk merefleksikan kembali nilai-nilai yang beliau ajarkan. Ilmu harus melahirkan adab, spiritualitas harus menumbuhkan empati, dan pengabdian harus menghadirkan manfaat bagi sesama,” ungkap Dwi.

Ia menegaskan bahwa kecendekiawanan tidak cukup diukur dari keluasan pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan seseorang menghadirkan solusi, menjaga nilai kemanusiaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Cendekiawan muda harus mampu mempertajam nurani di tengah perubahan zaman. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga peka terhadap penderitaan sesama, teguh dalam prinsip, dan tulus dalam pengabdian,” tambahnya.

Menurutnya, peresmian Rumah Tahfiz Haji Sugiat Santoso juga menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Sementara itu, Ketua Harian ICMI Muda Kabupaten Simalungun, Suprianto Saragih, S.S., menilai bahwa kegiatan ini mengandung pesan penting mengenai hubungan antara pendidikan agama, persatuan, dan kepedulian sosial.

“Mempertajam nurani berarti membangun kepekaan terhadap keadaan sekitar, sedangkan menumbuhkan empati berarti belajar memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Nilai-nilai ini perlu ditanamkan kepada generasi muda agar ilmu dan agama benar-benar hadir sebagai kekuatan yang mempersatukan serta membawa kebaikan,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan Rumah Tahfiz dapat menjadi ruang pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Suprianto juga menegaskan pentingnya sinergi antara ulama, cendekiawan, pemuda, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk memperkuat kehidupan sosial yang harmonis serta mendorong kemajuan masyarakat Kabupaten Simalungun.

Kehadiran ICMI Muda Kabupaten Simalungun dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tradisi keilmuan Islam harus terus dirawat dan dikembangkan agar tetap relevan dengan tantangan zaman.

Haul menjadi momentum meneladani perjuangan ulama, doa keselamatan bangsa menjadi ikhtiar spiritual bagi masa depan Indonesia, sementara peresmian Rumah Tahfiz merupakan investasi penting dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak.

Sejalan dengan tema “Mempertajam Nurani, Menumbuhkan Empati & Kemanusiaan”, ICMI Muda Kabupaten Simalungun memandang bahwa kemajuan sejati tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.

ICMI Muda Kabupaten Simalungun berkomitmen untuk terus merawat nilai-nilai keislaman, menguatkan tradisi intelektual, dan menghadirkan pengabdian nyata bagi umat dan bangsa. (AH)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130