Denpasar – Nusantarajayanews.id | Pengusaha Logistik sekaligus seniman asal Bali, Handy Saputra, kembali menggelar pameran tunggal bertajuk ‘The Dialogue Between The Moon and It’s Halo’ di Santrian Art Gallery, Jalan Danau Tamblingan 47, Sanur.
Pameran yang menampilkan 23 karya kontemporer ini dibuka oleh pengamat seni Muhammad Bundhowi* pada Jumat, 6 November 2026, pukul 18.00 Wita. Seluruh karya dipamerkan untuk publik hingga akhir Desember 2026.
Dalam kuratorialnya yang berjudul “‘Cengkerama Sang Bulan dengan Lingkaran Cahayanya’”, Muhammad Bundhowi mengibaratkan karya-karya Handy sebagai rembulan yang ditemani lingkaran cahaya atau halo.
Hubungan keduanya menjadi simbol yang saling melengkapi sekaligus menerangi berbagai peristiwa, termasuk tentang kemanusiaan dan perilakunya.
“Saya tidak punya suatu konsep yang jelas apa yang saya dapatkan atau apa yang terlihat ya saya langsung gambaran. saya pengusaha logistik dan hobby melukis itu sejak SMA. saya bertemu dengan teman- teman seniman dan ngobrol dengan mereka. mereka menyatakan saya untuk belajar melukis, ” ujarnya, jumat (6/11/2026) Sanur.
Melalui pameran ini, Handy menghadirkan beragam visual yang merefleksikan peristiwa di sekitar kehidupan manusia, mulai dari persoalan sosial hingga fenomena filosofis, politis, dan psikologis.
Pameran ini mengajak publik tidak hanya melihat karya sebagai objek visual, tetapi juga menafsirkan makna kemanusiaan di baliknya.
Salah satu karya yang ditampilkan, Match Making in China’, terinspirasi dari perjalanan Handy ke Tiongkok.
Handy juga menghadirkan patung porselen berjudul “‘The Weigh of the Bird dan “The Vigil of Crimson Spirit”.
Karya-karya tersebut menampilkan kekhasan Handy yang dikenal sebagai seniman kontemporer yang menekuni aliran art brut atau seni mentah dan outsider art, yakni seni di luar arus utama.
Dalam proses berkarya, Handy juga bereksperimen dengan teknik grafis di Devfto Printmaking Studio, Ubud.
Pameran di Sanur ini menjadi pameran tunggal ketiga Handy setelah “The Audacity of Silent Brush” di Rumah Sanur pada 2020 dan “The Dragonfly’s Ripples”di Sika Gallery, Ubud, pada 2025. (tik)













