SURABAYA, 7 November 2026 – Momentum temu alumni Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Fakultas Ekonomi UPN Veteran Jawa Timur, Sabtu (7/11/2026), tersebut dihadiri Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi, para alumni, perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi, serta Ketua Ikatan Alumni (IKA) UPN Veteran Indonesia, Adv. RM. Bramastyo Kusumo Negoro, SE., SH., MM., MKn., CIPA.
Dalam kesempatan tersebut, Bramastyo menyampaikan pesan penting mengenai peran strategis alumni dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat nasionalisme, serta meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap berbagai bentuk ancaman yang dapat melemahkan kedaulatan Indonesia.
Menurutnya, ikatan alumni tidak boleh hanya menjadi wadah untuk mengenang masa-masa perkuliahan, tetapi juga harus menjadi kekuatan sosial yang mampu menjaga kebersamaan, memperluas kontribusi, dan membangun kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Ia mengajak seluruh alumni Fakultas Ekonomi UPN Veteran Jawa Timur untuk terus memupuk silaturahmi, menjaga kerukunan, serta memperkuat rasa persaudaraan sebagai bagian dari keluarga besar kampus Bela Negara.
“Alumni harus tetap guyub rukun, menjaga kebersamaan, meningkatkan rasa nasionalisme, serta mempererat persatuan dan kesatuan. Kita harus menyadari bahwa UPN Veteran merupakan kampus Bela Negara yang memiliki tanggung jawab moral untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” pesannya.
Bramastyo juga mengingatkan bahwa tantangan terhadap kedaulatan negara saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk peperangan konvensional. Menurutnya, ancaman dapat berlangsung melalui strategi nonmiliter, termasuk penguasaan sektor ekonomi, pelemahan karakter generasi muda, hingga masuknya pengaruh budaya asing yang tidak selaras dengan nilai dan jati diri bangsa.
Ia menilai kondisi tersebut perlu disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan nasional, terutama di tengah dinamika global yang memungkinkan terjadinya perang proksi atau proxy war.
“Untuk menguasai sebuah negara, tidak selalu harus dengan mengangkat senjata. Penguasaan ekonomi dan pelemahan generasi muda melalui lunturnya nasionalisme juga dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan para alumni dan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah masyarakat. Perbedaan pandangan, menurutnya, harus disikapi secara dewasa dengan tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.
Sebagai refleksi sejarah, Bramastyo mengangkat perjalanan Kerajaan Majapahit yang pernah mencapai kejayaan sebagai salah satu kerajaan besar di kawasan Asia Tenggara. Namun, kejayaan tersebut pada akhirnya mengalami kemunduran akibat konflik internal dan perpecahan.
Kisah tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga bahwa kekuatan sebesar apa pun dapat melemah apabila persatuan tidak mampu dipertahankan.
“Jangan sampai bangsa Indonesia mengalami hal serupa. Sejarah mengajarkan bahwa perpecahan dari dalam dapat menjadi ancaman yang sangat besar. Karena itu, jangan mudah diadu domba dan jangan biarkan isu-isu yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan serta kesatuan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh alumni UPN Veteran Jawa Timur untuk mengambil peran nyata dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sesuai bidang profesi, keahlian, dan kapasitas masing-masing.
Alumni Fakultas Ekonomi, khususnya yang berkecimpung dalam dunia usaha, manajemen, keuangan, dan sektor perekonomian, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia.
Bramastyo juga menyampaikan pentingnya dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan agenda pembangunan nasional, dengan tetap menjaga semangat persatuan dan kepentingan bangsa.
Ia berharap pertemuan alumni tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk membangun sinergi lintas generasi antara alumni, mahasiswa, dan almamater.
“Negara ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga NKRI sesuai bidang dan keahlian masing-masing. Tingkatkan kewaspadaan nasional, perkuat nasionalisme, dan jangan pernah membiarkan persatuan serta kesatuan bangsa terpecah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan temu alumni ini, diharapkan keluarga besar Fakultas Ekonomi UPN Veteran Jawa Timur semakin solid, tidak hanya dalam membangun jejaring profesional, tetapi juga dalam mengimplementasikan nilai-nilai Bela Negara dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.(Red)













