banner 1000x130
Budaya  

Menengok Candi Bajang Ratu & Rumah Produksi Logam Bhagaskara Bronze

banner 2500x130 banner 1000x130

Budaya, Aksara

ŚŪRABHAYA – Lomba Menulis Aksara Jawa dalam Bulan Bahasa dan Sastra serta Sumpah Palapa 2026 ini lekat dengan nilai Ke Majapahitan. Ini karena pelaksanaan lomba mendasarkan pada nilai nilai filosofi dan seni serta budaya dari era kerajaan Majapahit.

Penyelenggaraan lomba ini merujuk langsung pada akar sejarah, filosofi, serta semangat persatuan dari era Kerajaan Majapahit.

banner 1000x130
Menengok Candi Bajang Ratu. Foto: par

• Sumpah Palapa (1336): Lomba ini tidak hanya memperingati Bulan Bahasa dan Sastra serta Sumpah Pemuda (1928), tetapi juga berpijak pada nilai persatuan wilayah Nusantara yang dicetuskan Gajah Mada melalui Sumpah Palapa di era Majapahit.

• Warisan Aksara: Aksara Jawa (Carakan) merupakan warisan budaya hidup yang berkembang subur mulai zaman Jawa Kuna di era Majapahit hingga ke era Sultan Agung hingga sekarang.

• Lokasi dan Nilai Kampus: Acara digelar di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, yang mengusung nilai Kewijayakusumaan dari Raden Wijaya, raja pertama dan pendiri Majapahit.

Untuk itu, panitia pada suatu waktu menyempatkan berkunjung ke Trowulan untuk mencari jejak Majapahit yang dapat menjadi Visualisasi yang dapat diboyong ke Surabaya untuk apresiasi pemenang lomba.

Munjungan ke Candi Bajang Ratu. Foto:dok

Panitia mendatangi situs Candi Bajang Ratu yang masih berdiri indah di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Selain itu juga ke desa Bejijong, kecamatan Trowulan untuk melihat rumah produksi kerajinan Logam yang siap membuat miniatur Candi Bajang Ratu agar bisa diboyong ke Surabaya.

Di showroom Bagaskara Bronze. Foto: par

Disana RAJAPATNI langsung ditemui oleh Supriyadi, pengelola Sanggar Bagaskara. Sanggar Bhagaskara (atau yang juga dikenal sebagai Bhagaskara Bronze) dari Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto memproduksi kerajinan logam yang didominasi oleh bentuk klasik bernuansa Majapahitan serta berbagai elemen dekorasi modern.

Wani berbuat untuk usa Bangsa. Foto: par

Menggunakan bahan utama logam perunggu (bronze) dan kuningan (brass), berikut adalah bentuk bentuk kerajinan logam yang mereka produksi:

• Arca dan Patung Dewa/Tokoh Klasik: Mereka memproduksi berbagai replika arca peninggalan Kerajaan Majapahit, seperti patung Ganesha, Budha, dewa-dewi Hindu-Buddha, serta tokoh-tokoh sejarah Nusantara.

• Hiasan Rumah & Dekorasi (Home Decoration): Berbagai bentuk aksesori ruangan kelas ekspor, seperti lampu kuno, genta (lonceng), cermin hias, guci logam, bokor, dan wadah upacara.

• Trofi dan Landmark Kustom: Menghasilkan pesanan khusus berskala besar, contohnya Trofi Bajang Ratu untuk penghargaan budaya serta patung maskot/monumen setinggi 2,5 meter untuk instansi seperti Kepolisian RI (Korps Bhayangkara).

Kerajinan logam dari Sanggar Bhagaskara ini dikerjakan secara manual dengan keahlian metalurgi turun-temurun, menjadikannya produk bernilai seni tinggi yang telah menembus pasar ekspor ke Eropa, Amerika, dan Asia. (Nng)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130