Badung – Nusantarajayanews.id | GWK Cultural Park kembali menghadirkan Penjor Festival 2026 pada 5–8 November 2026 di Lotus Pond, GWK Cultural Park, Ungasan, Badung. Memasuki tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2023, festival tahun ini mengusung tema “Pesta Rasa dalam Balutan Seni dan Budaya” yang memadukan tradisi, seni, kuliner, musik, dan kreativitas lokal.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan di area Lotus Pond dapat dinikmati pengunjung secara gratis tanpa perlu membeli tiket masuk GWK Cultural Park. Sementara akses ke area lain seperti Festival Park dan Patung GWK tetap mengikuti ketentuan tiket yang berlaku.
Deretan penjor akan menghiasi area Lotus Pond, menghadirkan suasana khas Bali yang lekat dengan perayaan Hari Raya Galungan. Penjor tidak hanya sebagai elemen dekoratif, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap tradisi dan upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali.
Semangat pelestarian tersebut diwujudkan melalui Lomba Penjor Mini yang didukung oleh Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Badung sebagai ruang ekspresi kreativitas sekaligus pengenalan tradisi penjor kepada generasi muda. Pengunjung juga dapat mengikuti *Workshop Penjor* untuk mengenal proses pembuatan dan nilai-nilai budaya di dalamnya.
Penjor Festival 2026 juga diramaikan dengan bazar UMKM lokal yang menampilkan produk kuliner, dekorasi, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya. Bazar ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal karya lokal sekaligus mencari inspirasi perlengkapan menyambut Hari Raya Galungan.
Dari sisi seni dan budaya, festival menghadirkan kompetisi tari LPM Desa Ungasan yang mempertemukan peserta dari berbagai banjar, serta penampilan komunitas dan sekolah musik seperti Joyful Music Bali, Debeat Music Course, Cressendo, dan Komunitas Seni Dana Swara.
Pengunjung dapat terlibat langsung dalam aktivitas interaktif seperti belajar aksara Bali, menulis di atas lontar, hingga workshop membatik.
“Bagi masyarakat Bali, penjor bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari tradisi yang sarat makna. Tiang bambu tinggi yang dihiasi janur dan hasil bumi ini melambangkan rasa syukur, kemenangan dharma atas adharma, serta merepresentasikan Gunung Agung dan Naga Basuki. Melalui Penjor Festival 2026, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mengapresiasi, dan turut melestarikan nilai-nilai budaya tersebut. Sebagai taman budaya, GWK Cultural Park berharap festival ini tidak hanya menjadi perayaan seni dan tradisi Bali, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, komunitas, dan seniman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kreativitas masyarakat,” ujar Ch. Rossie Andriani selaku Direktur Operasional GWK Cultural Park.
Suasana festival akan semakin semarak dengan kehadiran musisi Bali, di antaranya Tika Pagraky, Nanoe Biroe, Ary Kencana bersama Neli Ambarawati, serta Leeyonk Sinatra*. Perpaduan musik, aktivitas budaya, bazar, dan kegiatan interaktif diharapkan menjadikan Penjor Festival sebagai ruang pertemuan inklusif yang penuh kebersamaan.
GWK Cultural Park mengundang pelaku usaha, komunitas, dan pihak yang ingin berkolaborasi untuk menjadi bagian dari Penjor Festival 2026. Informasi partisipasi tenant, kolaborasi, dan Lomba Penjor Mini dapat menghubungi tim Event GWK di 0813-2575-1994 dan Instagram @gwkevent.(Red)













