banner 1000x130
Berita  

PW ISARAH Sumut Kenalkan Peran Sarjana Al Washliyah kepada Calon Wisudawan UNIVA Medan

banner 2500x130 banner 1000x130

Medan, 2 November 2026 — Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah (PW ISARAH) Provinsi Sumatera Utara menghadiri kegiatan perkenalan ISARAH kepada calon wisudawan dan wisudawati Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan di Regale International Convention Centre, Jalan H. Adam Malik No. 66, Medan, Senin (2/11). Kegiatan berlangsung pukul 13.00–14.00 WIB.

Muhammad Rahmat, S.Pd.I., M.Si., Wakil Bendahara PW ISARAH Sumut, hadir sebagai pemateri dengan topik “Menjadi Sarjana yang Bahagia: Menghidupkan Ilmu, Menguatkan Ikatan, dan Mengabdi untuk Umat.” Turut hadir Muhammad Mulyadi Koto, S.H., Wakil Sekretaris; Muhammad Yasir, S.H., M.H., Wakil Ketua; M. Syahbuddin Kaban, S.H., M.H., pengurus PW ISARAH Sumut; serta Zuhri Arif Sihombing, S.H., M.H., Ketua Pengurus Daerah ISARAH Kota Medan.

banner 1000x130

Dalam pemaparannya, Rahmat mengajak calon lulusan memaknai wisuda sebagai awal perjalanan baru. Gelar sarjana menjadi penanda capaian akademik sekaligus amanah untuk terus mengembangkan ilmu, menentukan arah hidup, dan berkontribusi kepada masyarakat. Setelah lulus, setiap orang dapat menempuh jalur berbeda—bekerja, melanjutkan studi, merintis usaha, membantu keluarga, atau mengabdi—sehingga perjalanan karier tidak sepatutnya diukur dengan satu standar keberhasilan.

Rahmat menjelaskan bahwa kebahagiaan sarjana tidak hanya bergantung pada pekerjaan, jabatan, atau penghasilan. Kesejahteraan juga berkaitan dengan penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, kemampuan mengelola lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi, sebagaimana dijelaskan dalam kerangka kesejahteraan psikologis Ryff (1989).

Ia juga menekankan pentingnya terus belajar dan menjaga hubungan sosial dalam menghadapi masa setelah kelulusan. Teori determinasi diri Ryan dan Deci (2000) menguraikan kompetensi, otonomi, dan keterhubungan sebagai kebutuhan psikologis yang mendukung motivasi serta kesejahteraan. Sejalan dengan itu, penelitian Wilt, Bleidorn, dan Revelle (2016) menemukan bahwa pengalaman makna hidup di sekitar kelulusan berkaitan dengan waktu bersama orang lain—terutama keluarga—dan refleksi atas masa kuliah.

Materi tersebut turut menghubungkan peran lulusan dengan visi UNIVA Medan mengenai keunggulan (mumtaz) dan penguasaan studi Islam, sains, teknologi, serta seni. Pendidikan, penelitian, pengabdian, kerja sama, dan karakter Kealwashliyahan menjadi bekal bagi lulusan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus menjaga integritas dan kepedulian sosial.

Rahmat memperkenalkan ISARAH sebagai ruang untuk merawat silaturahmi keilmuan dan mempertemukan sarjana dari berbagai bidang profesi. Melalui jejaring organisasi, para lulusan dapat berbagi pengalaman, berdiskusi, mendukung pengembangan karier, berkolaborasi lintas bidang, dan menjalankan kegiatan pengabdian. Bentuk keterlibatan dapat disesuaikan dengan keahlian, waktu, dan kemampuan masing-masing anggota.

Kesiapan menghadapi perubahan karier juga menjadi salah satu pokok pembahasan. Kajian Edmonds dan rekan-rekan (2024) memetakan penelitian tentang kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir dan lulusan selama transisi dari perguruan tinggi ke dunia kerja. Kajian tersebut membahas tantangan seperti ketidakpastian ekonomi dan terbatasnya dukungan sosial, serta peran kesiapan karier dan kondisi pekerjaan dalam pengalaman transisi.

Sejumlah penelitian lain mengaitkan adaptabilitas dan kesiapan karier dengan kesejahteraan dalam masa peralihan tersebut. Magnano dan rekan-rekan (2021) meneliti mahasiswa tingkat akhir di Italia, sedangkan Gao, Li, dan Pang (2025) meneliti lulusan perguruan tinggi di China. Karena penelitian dilakukan dalam konteks negara yang berbeda, temuannya dapat menjadi bahan refleksi, tetapi penerapannya pada lulusan Indonesia perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan pasar kerja setempat.

Melalui kegiatan yang berlangsung selama satu jam tersebut, PW ISARAH Sumut memperkenalkan kesempatan bagi calon lulusan untuk tetap terhubung dengan sesama sarjana Al Washliyah setelah wisuda. Pesan utama yang disampaikan ialah merayakan kelulusan, melanjutkan proses belajar, menjaga persaudaraan, dan menggunakan ilmu untuk kebaikan umat serta masyarakat.

Daftar Pustaka

Edmonds, D. M., Zayts-Spence, O., Fortune, Z., Chan, A., & Chou, J. S. G. (2024). A scoping review to map the research on the mental health of students and graduates during their university-to-work transitions. BMJ Open, 14(3), e076729. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2023-076729

Gao, L., Li, Y., & Pang, W. (2025). Career adaptability and graduates’ mental health: The mediating role of occupational future time perspective in higher education in China. BMC Psychology, 13, Article 158. https://doi.org/10.1186/s40359-025-02433-5

Magnano, P., Lodi, E., Zammitti, A., & Patrizi, P. (2021). Courage, career adaptability, and readiness as resources to improve well-being during the university-to-work transition in Italy. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(6), 2919. https://doi.org/10.3390/ijerph18062919

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069

Wilt, J., Bleidorn, W., & Revelle, W. (2016). Finding a life worth living: Meaning in life and graduation from college. European Journal of Personality, 30(2), 158–167. https://doi.org/10.1002/per.2046. (AH)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130