banner 1000x130
Berita  

42 Negara Berkumpul di PNB, Konferensi Global EEEU 2026 Bahas Masa Depan Wirausaha dan Pariwisata Hijau

banner 2500x130 banner 1000x130

Badung – Nusantarajayanews. id | Kampus Politeknik Negeri Bali di Bukit Jimbaran menjadi lokasi penyelenggaraan konferensi internasional The 6th Global Conference on Entrepreneurship and Economy in an Era of Uncertainty atau EEEU26 pada 23 sampai 24 September 2026.

Forum ini merupakan kolaborasi antara International Research Center for Higher Education and Business Cooperation (IRCHEBC) dengan Politeknik Negeri Bali sebagai mitra penyelenggara. Dukungan datang dari dewan ilmiah yang anggotanya berasal dari lebih dari 25 negara di berbagai benua.

banner 1000x130

Sekitar 150 orang dari dalam dan luar negeri diperkirakan hadir. Pesertanya beragam, mulai dari kalangan profesor, peneliti, pemimpin perguruan tinggi, aparatur pemerintah, pengambil kebijakan, pimpinan perusahaan, pelaku wirausaha, investor, praktisi pariwisata dan perhotelan, sampai mahasiswa program pascasarjana.

Isu yang diangkat fokus pada daya tahan ekonomi dan perubahan model bisnis ketika dunia menghadapi gangguan teknologi, dinamika geopolitik, pergeseran perilaku konsumen, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan. Konferensi ini diharapkan menjadi penghubung antara hasil riset akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Ruang lingkup pembahasan mencakup pengembangan kewirausahaan dan ekonomi, inovasi dan teknologi baru, manajemen bisnis dan organisasi, pariwisata dan hospitalitas, tren ekonomi global, ekonomi berkelanjutan, transformasi digital, pasar aset alternatif, hingga inovasi bisnis dan startup.

Cakupan internasionalnya cukup luas. Pembicara dan anggota komite ilmiah tercatat berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Afrika Selatan, Slovakia, Spanyol, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Vietnam, Uni Emirat Arab, hingga Peru.

Direktur PNB, Prof. I Dewa Made Cipta Santosa, S.T.,M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki arti khusus bagi perjalanan kampus menuju level internasional, terutama terkait pusat unggulan green tourism yang sedang dikembangkan.

Menurutnya ini adalah event yang luar biasa dan sangat penting, terutama untuk mendorong internasionalisasi. Ini menjadi event internasional pertama yang penting di masa kepemimpinannya sebagai direktur. Ke depan, keberlanjutan kerja sama akan terus diperkuat, jejaring antara akademisi, industri, dan pelaku usaha lain semakin diperluas. Dengan begitu PNB sebagai institusi pendidikan terapan bisa benar-benar relevan dan memberi dampak bagi masyarakat.

Ia menambahkan, banyak hal penting dari konferensi ini yang akan diadopsi PNB, terutama yang terkait dinamika internasional di sektor pariwisata. Pihaknya menilai politeknik memiliki kepentingan dan tanggung jawab untuk terus berinovasi. Di era kecerdasan buatan yang sangat dinamis, perkembangan teknologi ikut mempengaruhi pariwisata Bali. Karena itu inovasi harus dilakukan agar manfaat pariwisata bisa dirasakan seluruh masyarakat Bali, tidak hanya industri besar. Arah yang didorong adalah pariwisata berbasis budaya dan berbasis keunggulan yang dimiliki masyarakat Bali.

Terkait entrepreneurship, pihaknya menilai wirausaha harus mampu menjawab perubahan zaman. Dampak AI terhadap pariwisata membuat banyak model usaha berubah dan bertransformasi. Tidak sedikit usaha lokal yang kesulitan bersaing karena ketertinggalan teknologi. Oleh sebab itu UMKM di Bali perlu bersinergi dan mulai mengadopsi teknologi agar tetap bisa bertahan dan kompetitif.

Apresiasi datang dari Assoc. Prof. Dr. Sebastian Kot dari International Research Center for Higher Education and Business Cooperation, Polandia. Ia menyampaikan terima kasih kepada Politeknik Negeri Bali yang telah menjadi tuan rumah dengan persiapan yang sangat baik. Ia menilai konferensi ini sangat bermanfaat dan berharap kegiatan serupa bisa digelar setiap tahun.

Pandangan senada disampaikan Asst. Prof. Dr. Bilal Khalid dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand. Menurutnya di tengah revolusi digital dan perubahan geopolitik, dunia akademik juga harus beradaptasi. Kompetensi akademisi perlu diperbarui untuk membangun kemitraan dan kolaborasi baru.

Ia menjelaskan forum sains global ini bukan hanya tempat mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga wadah untuk menggabungkan praktik terbaik antar institusi akademik tanpa harus mengeluarkan biaya dan sumber daya yang besar. Praktik ideal tersebut penting untuk diadopsi dalam mendidik generasi mendatang, termasuk terkait AI. Ia menyebut kehadiran 42 kebangsaan di Bali menjadi soft power tersendiri. Banyak orang menyukai Bali dan pihaknya pun senang bisa berada di Bali.

Ia juga menilai kegiatan ini sangat bagus dari berbagai perspektif, dengan kehadiran pakar dari berbagai negara seperti Iran, Malaysia, dan Thailand. Hal ini dinilai sangat berguna bagi Bali yang saat ini berada di persimpangan antara kuantitas dan kualitas pariwisata. Ke depan Bali diharapkan lebih mengedepankan pariwisata yang berkualitas, inklusif, berkelanjutan, bahkan regeneratif. Jika berkelanjutan hanya menjaga, maka regeneratif berupaya memperbaiki untuk masa depan. Banyak masukan yang bisa diadopsi untuk Bali.

Sementara itu Committee Chair of Partner Host, Made Herry Erika Sedana, S.E.,M.Tr.Par., M.Sc. menyebut langkah PNB menjadi tuan rumah konferensi internasional dengan peserta 42 negara sebagai terobosan besar bagi pendidikan vokasi di Bali.

Ia mengatakan konferensi ini menjadi pernyataan dan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam ikut menyelesaikan persoalan global, sekaligus meningkatkan visibilitas internasional, dampak riset, dan reputasi institusi di ekosistem pendidikan tinggi global.

Targetnya bukan sekadar menggelar konferensi berkelas dunia, tetapi juga menciptakan warisan yang terukur bagi masyarakat, memperluas jejaring riset internasional, meningkatkan kualitas serta sitasi publikasi, dan memperkuat posisi perguruan tinggi dalam pemeringkatan global. Ia optimis perguruan tinggi di Bali bisa melaju lebih cepat.(tik)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130