JAKARTA – Gelombang kritikan dari APMPEMUS dalam menyoroti dugaan KKN di PTPN IV tak kunjung padam.
Kepada awak media, Selasa 27 Oktober 2026, Ketua APMPEMUS Iqbal menyebutkan, Ketua KPK bisa saksikan bagaimana perkebunan PTPN dikelola di sekitar Sumatera Utara dengan sangat menyedihkan dibanyak lokasi, bahkan lebih baik lagi pengelolaan perkebunan sawit milik Sinarmas.
Karena kata Iqbal, kita bukan mau membandingkan, tapi agar APH terkhusus KPK menyoroti PTPN dengan nyali keberanian tingkat tinggi.
Dikatakannya, PTPN IV adalah milik negara bukan milik kerabat petinggi PTPN, PTPN harus bisa bermanfaat untuk masyarakat, bukan memperkaya pimpinan PTPN IV dan keluarganya.
Oleh karena itu, Iqbal menyatakan, KPK harus segera panggil dan periksa Dirut PTPN IV, ini persoalan kebun negara yang gak boleh dipermainkan seperti boneka.
“Kami sudah 10 kali demontrasi menyuarakan 43 dugaan permasalahan dan menyampaikan surat ke KPK, kenapa KPK tak bertindak cepat, jangan buat kepercayaan masyarakat terganggu dengan KPK karena dipimipin oleh Setyo Budiyanto,” ujarnya didampingi Sekretaris Fikri.
Nyali keberanian melawan korupsi tak boleh padam, kata Iqbal sembari menukilkan kata mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa “Sembari kapal akan karam, tegakkan hukum dan keadilan”.
“Kalau dalam waktu dekat Ketua KPK tak segera periksa Dirut PTPN IV Palmco, maka kami anggap Ketua KPK Setyo Budiyanto tak bernyali,” tegasnya.
“Kita sangat cinta Indonesia dan PTPN IV, sebagai bentuk cinta kita, maka kita menyuarakan suara rakyat, ingat masyarakat di sekitar PTPN IV harus mendapatkan manfaat yang besar itu amanat undang-undang, bukan bau limbah yang busuk saja,”tutup nya.
Sementara itu Dirut PTPN IV ketika dikonfirmasi tak kunjung memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan.
Sekper PTPN III Holding Bambang pernah menanggapi demo APMPEMUS saat jilid VII di Kantor PTPN Grup, menyampaikan terimakasih atas masukkannya, ini akan menjadi bahan evaluasi kita.
Saat APMPEMUS demo berkali-kali di KPK, Ketua KPK dan bawahannya tak kunjung memberikan tanggapan.(FI)













