MEDAN – Himpunan Mahasiswa Kawal Rakyat Sumatera Utara (HIMA KRS Sumut) secara resmi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IPTU Benjamin Silaban, S.Tr.K., atas capaian kinerjanya yang dinilai impresif dan progresif dalam program 100 hari kerja pertama sebagai Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai. Langkah taktis penegakan hukum di wilayah hukum Tanjungbalai ini dinilai selaras dengan arah transformasi baru yang ditekankan oleh Kapolri yang baru dilantik, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Ketua Umum HIMA KRS Sumut, Muhammad Kurniawan menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan IPTU Benjamin Silaban, Sat Reskrim Polres Tanjungbalai telah berhasil menerjemahkan arahan strategis Mabes Polri di tingkat daerah. Terutama dalam mengedepankan pendekatan penegakan hukum yang berbasis pada keadilan, keterbukaan, serta pemulihan marwah institusi melalui komunikasi yang efektif dengan publik.
“Kami memantau secara berkala pergerakan aparat penegak hukum di Sumatera Utara. Dalam 100 hari kerjanya, IPTU Benjamin Silaban berhasil melakukan akselerasi luar biasa. Beliau tidak hanya fokus pada penindakan hukum secara kaku, tetapi benar-benar menghidupkan semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ yang diusung oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Polisi hari ini hadir bukan sebagai entitas yang ditakuti, melainkan sebagai pelindung dan mitra sejati masyarakat dalam memerangi kejahatan,” ujar Muhammad Kurniawan dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Muhammad Kurniawan memaparkan beberapa poin krusial yang menjadi landasan kuat bagi HIMA KRS Sumut untuk memberikan apresiasi tinggi terhadap Sat Reskrim Polres Tanjungbalai:
1. Akselerasi Pengungkapan Kasus Konvensional & Siber: Keberhasilan menekan angka kriminalitas jalanan (Curat, Curas, Curanmor/C3) secara signifikan serta ketegasan melakukan pembongkaran terhadap sindikat kejahatan siber (scamming) yang sangat meresahkan warga. Hal ini sejalan dengan arahan Kapolri untuk menghadapi tantangan kejahatan modern yang bergerak cepat.
2. Peningkatan Persentase Penyelesaian Perkara (Crime Clearance): Kecepatan personil Sat Reskrim dalam merespons laporan publik mencerminkan komitmen terhadap aspek akuntabilitas dan pelayanan publik prima.
3. Pemberantasan Premanisme Tanpa Pandang Bulu: Langkah tegas IPTU Benjamin Silaban dalam menyapu bersih aksi premanisme di Tanjungbalai dinilai berhasil memulihkan rasa aman bagi para pelaku usaha kecil dan masyarakat umum.
4. Implementasi Nyata Tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’: Mengedepankan penyelesaian masalah secara humanis, menjaga transparansi penyelidikan, dan membuka ruang koordinasi yang luas dengan elemen pemuda, mahasiswa, dan tokoh masyarakat.
Muhammad Kurniawan menegaskan bahwa sebagai wadah kontrol sosial dari elemen mahasiswa di Sumatera Utara, HIMA KRS Sumut berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung langkah-langkah kepolisian yang bersandar pada keadilan rakyat.
“Capaian 100 hari kerja ini adalah pembuktian awal yang sangat kokoh. Di era kepemimpinan nasional yang baru ini, kami berharap IPTU Benjamin Silaban beserta seluruh jajaran Sat Reskrim Polres Tanjungbalai tetap menjaga konsistensi, mempertahankan dignity (marwah) institusi, serta terus mempererat sinergi dengan masyarakat demi mewujudkan kamtibmas Tanjungbalai yang kondusif,” tutup Kurniawan. (AH)













