PERDAGANGAN, SIMALUNGUN — Aliansi Pemuda Milenial Sumatera Utara menyoroti keras dugaan persoalan paket pelanggan di J&T Express Perdagangan, Simalungun. Paket yang dipesan pada 1 September dan belum diterima pelanggan hingga kini, justru dikonfirmasi kepada marketplace sebagai telah diterima.
Wakil Ketua Aliansi Pemuda Milenial Sumatera Utara, *Syahputra*, meminta J&T Express bertanggung jawab dan segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat.
“Kalau benar paket tidak pernah diterima tetapi dikonfirmasi sudah diterima, ditambah adanya bukti chat yang diduga dimanipulasi, ini bukan persoalan sepele. Kami meminta J&T Perdagangan ditutup sementara dan manajemen segera melakukan investigasi,” tegas Syahputra.
Ia juga meminta agar tidak ada upaya melindungi oknum apabila nantinya terbukti terjadi pelanggaran.
“Kami tidak akan diam. Jika tidak ada penyelesaian dan pertanggungjawaban yang jelas, kami siap membawa persoalan ini ke jalur hukum dan menyerahkan seluruh bukti kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.
Syahputra menegaskan, persoalan tersebut bukan hanya mengenai nilai barang, tetapi menyangkut *hak konsumen dan kepercayaan masyarakat terhadap jasa ekspedisi*.
“Tunjukkan paketnya, tunjukkan bukti penerimaannya, dan jelaskan siapa yang melakukan konfirmasi. Jangan konsumen yang menjadi korban,” pungkasnya.(Amk)














