Oleh : Ni Putu Tikawati
Tabanan – Nusantarajayanews. id | Jika Kuta adalah tentang keramaian, dan Ubud tentang seni, maka Jatiluwih adalah tentang hening.
Di ketinggian dataran Kabupaten Tabanan, Jayiluwih yang masuk dalam lanskap Warisan Dunia UNESCO, berdiri deretan villa kayu berwarna cokelat tua yang menyatu dengan kabut pagi bernama. Shankara Forest Haven.
Dari luar, bangunan ini tampak sederhana. 12 villa kayu. Atap genteng. Teras dengan kursi kayu menghadap hijau. Tapi begitu menginap semalam, kita paham kenapa tempat ini menyebut dirinya “Forest Haven” tempat bernaung di dalam hutan.
Shankara tidak dibangun untuk pamer tapi dibangun untuk mengembalikan. “Reconnect with Nature in Bali’s UNESCO Highland Landscape.” Kalimat itu bukan sekadar tagline di presentasi yang dikelola Yesa Hospitality. Itu yang benar-benar terjadi.
Pagi dimulai tanpa suara klakson. Hanya suara ayam hutan dan angin yang menyapu sawah terasering Jatiluwih yang jaraknya hanya 5 menit dari villa. Dari Bandara Ngurah Rai butuh 2 jam, tapi rasa lelah itu lunas begitu kabut Bedugul turun pelan di kejauhan.
Shankara mengerti bahwa setiap tamu punya cara berbeda untuk menikmati alam. Bagi pasangan yang butuh pelarian, ada Garden View Villas (4 unit) dan Forest View Villas (4 unit). Luas 30m2, dengan 1 Queen Bed yang empuk, balkon pribadi, AC, dan kamar mandi dengan hot shower. Satu menghadap kebun yang rapi, satu menghadap hutan tropis yang rimbun. Harganya? Di luar nalar untuk ketenangan seperti ini.
Bagi mereka yang mengejar gagah-nya Gunung Batukaru saat pagi cerah, ada Mountain View Villas (2 unit). Kita bisa duduk di teras sambil menyeruput kopi Bali, mejikmati alam sekitar.
Dan untuk keluarga yang ingin membawa anak-anak merasakan dinginnya dataran tinggi, ada Family Suite with Mountain View (2 unit) Luas 50m2 dengan 2 kamar tidur, masing-masing dengan Queen Bed. Cukup untuk tertawa bersama tanpa harus berbagi dinding dengan tamu lain.
Semua villa adalah non-smoking villa. Kayu mendominasi. Tidak ada kemewahan berlebihan. Karena di sini, kemewahannya adalah alam itu sendiri.
Apa yang membedakan Shankara dari ratusan villa lain di Bali adalah apa yang bisa Anda lakukan setelah check-in. Di sini tidak ada beach club. Yang ada adalah Jungle Trekking & Nature Trails. Pemandu lokal akan mengajak kita menembus jalur hutan dengan udara segar yang menusuk paru-paru.
Tidak ada sunset di pantai. Yang ada adalah Cycling Around Jatiluwih. Mengayuh sepeda pelan melewati terasering yang fotonya selalu jadi wallpaper, menyapa petani yang sedang mencangkul, dan anak-anak desa yang melambaikan tangan.
Sorenya, ada Wellness and Highland Moments. Yoga lembut di tengah kabut, pijat yang menenangkan, dan ditutup dengan barbecue di tepi kolam renang, di bawah langit Jatiluwih yang bertabur bintang – sesuatu yang sudah sulit ditemukan.
Menu Indonesia dan Western disajikan tanpa pretensi, di ruang terbuka dengan view hutan. Ada opsi vegetarian. Ada breakfast yang hangat.
Dan kabar baiknya, ketenangan ini kini bisa dinikmati dengan harga yang sangat bersahabat melalui program “ESCAPE TO THE HIGHLANDS – Special Travel Partner Rates”.
Program booking & stay hingga 31 Maret 2027 ini menawarkan harga spesial:
– Villa with Garden View: IDR 575,000 / malam
– Villa with Forest View: IDR 700,000 / malam
– Villa with Mountain View: IDR 750,000 / malam
– Family Suite with Mountain View: IDR 1,750,000 / malam
Rate ini sudah termasuk daily breakfast for two, early check-in, late check-out, dan complimentary Wi-Fi. Ada blackout dates pada 25 Desember 2026 dan 1 Januari 2027.
Di saat banyak tempat berlomba menjadi paling ramai, Shankara Forest Haven justru menawarkan sebaliknya: menjadi paling sepi. Paling hening. Paling dekat dengan diri sendiri.
Mungkin, itulah kemewahan yang sebenarnya sedang kita cari.
SHANKARA FOREST HAVEN
Jatiluwih, Tabanan, Bali
Jl. Munduk Cerik, Jatiluwih, Penebel, Tabanan
Reservasi: +62 877-9606-0317 | http://shankaravillajatiluwih.com













