banner 1000x130

Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Tangkap Komplotan Penggelapan Beras Bantuan Pangan Milik Bulog

banner 2500x130 banner 1000x130

SURABAYA  – Subdit III Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim membongkar praktik penggelapan beras bantuan pangan milik  Bulog sebanyak 9 ton.

Dalam pengungkapan kasus ini, tim mengamankan tiga orang tersangka yang nekat memperdagangkan beras milik warga miskin tersebut dengan harga murah.

banner 1000x130

Panit 3 Subdit III Jatanras Polda Jatim, Ipda Agung Kurniawan mengungkapkan, penangkapan para pelaku berawal dari laporan polisi yang diterbitkan pada 8 September 2026.

Tiga orang yang diringkus memiliki peran berbeda, yakni dua pelaku utama berinisial Z dan IM alias T, serta K yang bertindak sebagai penadah.

“Tersangka Z ini awalnya berperan menghubungi pihak Bulog yang sedang membutuhkan akomodasi transportasi untuk mengirimkan beras bantuan pangan ke kawasan Medoan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya,” kata Ipda Agung di Mapolda Jatim, Rabu (30/9/2026).

Setelah memperdaya pihak jasa ekspedisi atau Bulog, Z langsung berkoordinasi dengan IM untuk menyiapkan lokasi pengalihan muatan. Truk yang mengangkut 9 ton atau 900 karung sak beras kemasan 10 kilogram ini diarahkan ke kawasan Waru, Kecamatan Gempol.

Di lokasi penampungan tersebut, seluruh muatan diturunkan dan langsung dilego kepada K.

Mirisnya, beras bantuan pemerintah yang seharusnya dibagikan secara gratis kepada keluarga penerima manfaat (KPM), itu diobral dengan harga sangat miring.

“Dijual lebih murah, kesepakatan menjadi sekitar Rp 6.500 per kilogram. Dari hasil penjualan itu, sebagian oleh penadah dijual lagi secara online dan sisanya disimpan di kediamannya,” lanjut Ipda  Agung.

Akibat ulah para tersangka, bantuan beras untuk warga miskin di Medokan Semampir, Surabaya gagal terdistribusi.

Pihak Bulog pun terpaksa memproses dan mengeluarkan stok beras baru agar hak warga kurang mampu tetap terpenuhi.

Saat ini, penyidik Unit 3 Subdit III Jatanras Polda Jatim telah mengamankan sisa barang bukti sebanyak 355 karung sak beras dari tangan penadah.

Kasus itu  juga tengah dilakukan pendalaman intensif karena para pelaku disinyalir sudah beberapa kali melancarkan aksi penggelapan barang logistik dengan modus serupa. (Red)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130