banner 1000x130
Berita  

Bali Krisis BBM, Koster Panggil Pertamina, Tegaskan “Sore Ini Harus Normal” 

banner 2500x130 banner 1000x130

Denpasar – Nusantarajayanews. id | Setelah berhari-hari warga Bali mengeluh antrean mengular di SPBU, Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya turun tangan.

Koster memastikan krisis BBM di Pulau Dewata berakhir hari ini, Senin (12/10/2026). Jaminan itu ia sampaikan setelah memanggil petinggi Pertamina dan Hiswana Migas Bali ke kantornya pukul 11.00 WITA.

banner 1000x130

Menurut Koster, biang keladi kelangkaan sudah teratasi. Kapal tanker Pertamina pengangkut BBM telah sandar di Bali sejak Minggu kemarin. Tanpa menunggu lama, hari ini langsung didistribusikan habis-habisan ke seluruh penjuru Bali.

“Sudah saya perintahkan, hari ini juga disebar ke semua pelosok. Sore ini tidak boleh ada lagi SPBU kosong,” tegas Koster.

Politisi asal Buleleng yang juga lulusan ITB Bandung itu tidak mau kecolongan lagi. Ia menyebut, satu kapal tambahan akan kembali merapat pada Selasa (13/10/2026) besok untuk mengamankan stok cadangan.

“Pasokan di semua pom bensin saya pastikan kembali normal,” ujarnya.

Langkah tegas Koster ini menjadi jawaban atas keresahan publik. Kelangkaan BBM beberapa hari terakhir bukan cuma bikin antrean, tapi sudah mengganggu pariwisata, UMKM, hingga distribusi logistik.

Kini publik menunggu pembuktian di lapangan. Kapal boleh sudah datang, tapi warga hanya akan percaya jika sore nanti BBM benar-benar ada di SPBU tanpa harus antre berjam-jam.

Sementara melalui siaran pers, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan BBM di wilayah Bali melalui kedatangan kapal pengangkut dengan muatan 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Kedatangan kapal tersebut mendukung percepatan distribusi BBM ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau kondisi stok dan konsumsi BBM di lapangan serta mengoptimalkan penyaluran setelah kapal sandar.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad.

Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Tingkat konsumsi tersebut menjadi salah satu acuan Pertamina Patra Niaga dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi agar kebutuhan SPBU dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, dengan total muatan mencapai 26.200 KL. Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi.

Sejalan dengan rencana kedatangan kapal tersebut, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU, sekaligus mengevaluasi kebutuhan berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.(red)

 

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130