banner 1000x130
Berita  

Bali Lumpuh Akibat Krisis BBM, Pertamina Buka Suara Janji Normalisasikan Mulai Hari Ini

banner 2500x130 banner 1000x130

Denpasar – Nusantarajaya News. id | Setelah hampir seminggu masyarakat Bali menjerit akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Pertamina Patra Niaga akhirnya buka suara.

Kelangkaan yang merugikan hampir seluruh lapisan masyarakat, dari driver ojek online, sopir pariwisata, nelayan, hingga UMKM, itu baru mendapat kepastian pasokan hari ini, Senin (12/10/2026).

banner 1000x130

Dalam rilis resminya, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengklaim telah memperkuat pasokan BBM di Bali melalui kedatangan kapal pengangkut dengan muatan 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan kapal tersebut menjadi kunci untuk mempercepat distribusi ke SPBU yang selama ini kosong melompong.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad.

Fakta di lapangan berbanding terbalik dengan klaim optimal. Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali saja mencapai 2.200 KL per hari. Artinya, pasokan yang datang hari ini hanya cukup untuk 8 hari jika tidak ada tambahan, sementara antrean sudah terjadi berhari-hari dan merugikan ekonomi Bali yang bergantung pada mobilitas wisatawan.

Pertamina berdalih telah menjadwalkan kedatangan kapal secara bertahap untuk menutupi dosa kelangkaan ini. Kapal tambahan akan sandar pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, dengan total muatan mencapai 26.200 KL.

Jadwal itu muncul setelah Gubernur Bali Wayan Koster memanggil paksa Pertamina dan Hiswana Migas pukul 11.00 WITA hari ini. Koster menargetkan sore ini semua SPBU harus normal.

Kini janji Pertamina dipertaruhkan. Masyarakat sudah terlanjur rugi waktu, rugi tenaga, dan rugi pendapatan karena harus antre berjam-jam atau bahkan mendorong motor karena kehabisan bensin.

Pertamina sendiri mengimbau masyarakat tidak panic buying dan membeli sesuai kebutuhan, serta merujuk pada kanal resmi untuk informasi.(tik)

 

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130