SURAKARTA | Nusantara Jaya News — Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko mengingatkan seluruh personel Polresta Surakarta agar senantiasa bersyukur atas profesi yang dijalani, menjaga kehormatan institusi, serta mengutamakan pelayanan yang tulus kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan AKBP Condro saat memimpin apel jam pimpinan di halaman Mapolresta Surakarta, Kamis (22/10/2026).
Dalam arahannya, perwira menengah Polri yang akrab disapa Mbah Con itu menegaskan bahwa menjadi anggota kepolisian bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Apel tersebut diikuti Wakapolresta Surakarta AKBP Heru Eko Wibowo, para Pejabat Utama (PJU), kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polresta Surakarta.
Di hadapan peserta apel, AKBP Condro mengajak seluruh anggota untuk kembali mengingat perjuangan dan cita-cita ketika pertama kali berkeinginan menjadi polisi.
Menurutnya, keberhasilan mengenakan seragam Polri harus diiringi rasa syukur dan komitmen untuk memberikan pengabdian terbaik.
“Syukuri dan rawat profesi kita sebagai polisi. Ingat, dulu sebelum mendaftar, menjadi polisi adalah cita-cita yang kita perjuangkan. Sekarang setelah cita-cita itu tercapai, jangan sampai kita lupa untuk mensyukurinya,” pesan AKBP Condro.
Ia menekankan bahwa kesempatan menjadi anggota Polri merupakan amanah yang harus dijaga melalui sikap, perilaku, integritas, dan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain menanamkan rasa syukur, Kapolresta Surakarta juga menekankan pentingnya membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.
Ia meminta seluruh personel agar tidak menciptakan sekat dengan warga, tetapi hadir dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan.
Menurutnya, tugas polisi tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Polisi harus bersama masyarakat. Berbaurlah dalam setiap kegiatan masyarakat. Jangan ada sekat antara polisi dan warga, karena sejatinya kita hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi mereka,” tegasnya.
AKBP Condro menjelaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat dapat dibangun melalui interaksi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ramah, kepedulian, serta kesediaan mendengarkan keluhan warga menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Ia berharap setiap anggota mampu menghadirkan sosok polisi yang mudah ditemui, terbuka terhadap aspirasi masyarakat, dan sigap membantu ketika dibutuhkan.
Dalam arahannya, AKBP Condro juga mengingatkan personel agar tidak menjadikan pangkat maupun jabatan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dibandingkan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa atribut kedin
asan tidak boleh menghilangkan sikap rendah hati dan kemampuan untuk bergaul dengan siapa pun.
“Pangkat dan jabatan itu hanya d
i kantor. Ketika berada di tengah masyarakat, kita adalah bagian dari mereka. Jangan merasa lebih tinggi hanya karena pangkat atau jabatan yang kita miliki,” pesannya.
Menurutnya, pangkat dan jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sarana untuk membangun jarak atau menunjukkan keistimewaan di tengah masyarakat.
Karena itu, seluruh personel Polresta Surakarta diharapkan mampu menjaga perilaku, mengedepankan etika, serta menempatkan diri dengan baik dalam berbagai situasi sosial.
AKBP Condro menilai bahwa keberhasilan seorang polisi tidak semata-mata diukur dari tingginya pangkat atau jabatan yang disandang. Lebih dari itu, keberhasilan juga terlihat dari seberapa besar manfaat yang diberikan serta seberapa tulus pengabdian yang dirasakan masyarakat.
Menutup arahannya, AKBP Condro menyampaikan pesan utama yang menjadi penekanan dalam apel tersebut. Ia menyebut bahwa kunci keberhasilan seorang polisi bukan hanya bagaimana dirinya dicintai masyarakat, melainkan bagaimana ia mampu mencintai masyarakat dengan sepenuh hati.
Baginya, kecintaan terhadap masyarakat harus tumbuh dari kesadaran pribadi setiap anggota Polri. Pelayanan yang berkualitas tidak cukup hanya dilandasi kewajiban kedinasan, tetapi juga harus disertai empati, kepedulian, dan keikhlasan.
“Kunci sukses menjadi polisi bukan hanya bagaimana kita dicintai masyarakat, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mencintai masyarakat. Kalau kita benar-benar mencintai masyarakat, tentu kita akan melayani mereka dengan hati,” ungkapnya.
Ia menambahkan, polisi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat akan memandang tugas pelayanan sebagai kesempatan untuk membantu sesama, menciptakan rasa aman, serta memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Dengan semangat tersebut, AKBP Condro berharap seluruh personel Polresta Surakarta terus meningkatkan kualitas pengabdian dan menjaga kepercayaan publik melalui tindakan nyata.
“Jadilah polisi yang kehadirannya dirindukan masyarakat, bukan ditakuti. Rawat profesi yang dulu kita cita-citakan dengan memberikan pengabdian terbaik. Karena sejatinya, polisi yang baik bukan hanya ingin dicintai rakyatnya, tetapi juga harus mampu mencintai rakyatnya,” pungkasnya.
Melalui apel jam pimpinan tersebut, Kapolresta Surakarta berharap seluruh personel semakin memahami bahwa esensi profesi kepolisian terletak pada pengabdian. Polisi yang humanis, rendah hati, dan mencintai masyarakat diharapkan mampu memperkuat hubungan antara Polri dan warga sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.(Red)













