banner 1000x130

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global dan Tekanan Inflasi

banner 2500x130 banner 1000x130

JAKARTA | Nusantara Jaya News — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi global, serta pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara.

Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK yang digelar pada 30 September 2026 dan dirilis pada 5 Oktober 2026.

banner 1000x130

OJK mencermati pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025. Meski demikian, proyeksi tersebut masih lebih baik dari perkiraan sebelumnya, antara lain didukung peningkatan investasi dan perdagangan yang berkaitan dengan pengembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Namun, keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi global masih menghadapi sejumlah tantangan. Eskalasi konflik geopolitik kembali mendorong kenaikan harga minyak dan berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

Selain itu, fenomena very strong El Nino juga menjadi perhatian karena berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan berbagai komoditas pertanian.

Kenaikan inflasi tersebut turut mendorong bank sentral di sejumlah negara menerapkan kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer. Kondisi itu ditandai dengan kenaikan suku bunga kebijakan di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

Pasar bahkan masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada akhir 2026 yang berpotensi berlanjut hingga 2027.

Tekanan juga terlihat pada pasar obligasi global. Imbal hasil obligasi pemerintah di sejumlah negara telah mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Di Amerika Serikat dan Eropa, imbal hasil obligasi pemerintah kembali berada pada level sebelum 2008, sedangkan Jepang telah mencapai level sebelum 1997.

Kenaikan imbal hasil tersebut turut dipengaruhi tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah serta meningkatnya penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan teknologi raksasa atau hyperscaler untuk mendukung investasi di bidang AI.

Ekonomi Indonesia Relatif Stabil
Di tengah berbagai tekanan eksternal tersebut, OJK menilai kondisi perekonomian domestik masih relatif stabil.

Inflasi nasional tetap terjaga sesuai dengan target Pemerintah meskipun tekanan harga secara global mengalami peningkatan. Kondisi inflasi yang terkendali turut menjaga daya beli masyarakat sehingga permintaan domestik dan konsumsi tetap kuat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia juga tercermin dari peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2026 sebesar 0,5 persen.

Peningkatan proyeksi tersebut menunjukkan masih adanya keyakinan terhadap daya tahan perekonomian Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global yang cukup tinggi.

OJK menegaskan perkembangan positif perekonomian nasional tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor keuangan. Sektor jasa keuangan terus berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.

Dengan fundamental industri jasa keuangan yang dinilai solid, OJK memastikan stabilitas sektor keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global. (Tik)

banner 2500x130
banner 2500x130
banner 1000x130 banner 2500x130