SURABAYA — Dafam Pacific Caesar Surabaya menghadirkan “Festival Hari Batik Nasional” bertajuk “Bangga Berbatik“. Kegiatan ini mengusung konsep keberlanjutan (sustainability) dengan mendaur ulang kain linen bekas operasional hotel menjadi kain batik bernilai seni tinggi.
“Melalui peringatan Hari Batik Nasional ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai, melestarikan, serta bangga mengenakan batik sebagai identitas bangsa,” ujar Muhamad Muamar Khadafi selaku General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya.
Seluruh tamu dan peserta diajak untuk tampil menawan mengenakan dresscode Baju Batik terbaik mereka guna menyemarakkan suasana perayaan membatik bersama ini. Selain sebagai wadah silaturahmi dan apresiasi budaya, perayaan ini juga dimeriahkan dengan berbagai penawaran dan hadiah menarik.
“Acara ini menjadi wujud apresiasi kami terhadap kekayaan seni budaya Indonesia, sekaligus bentuk pelayanan istimewa kami dalam menghadirkan pengalaman berkesan bagi para tamu dan staf hotel,” tambah Maria Ristiany selaku Marketing Communication Dafam Pacific Caesar Surabaya.
Para pengunjung yang hadir berkesempatan memenangkan doorprize berupa voucher FnB di Dafam Pacific Caesar Surabaya serta goodie bag eksklusif dari para sponsor acara. Kegiatan perayaan ini didukung penuh oleh para sponsor resmi, di antaranya ISIK, IM3, dan Cheers.
“Kami berharap kolaborasi dan kemeriahan Festival ‘Bangga Berbatik’ ini dapat semakin mempererat kebersamaan masyarakat serta membangkitkan semangat kecintaan terhadap karya anak bangsa,” ungkap Arindra Halim perwakilan dari ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat).
Batik merupakan salah satu warisan budaya takbenda asli Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Berasal dari kata bahasa Jawa “amba” (menulis) dan “titik“, seni membatik telah berkembang sejak abad ke-17 di Pulau Jawa dan menjadi bagian integral dari identitas serta keberagaman tradisi Nusantara.
Melalui teknik rintang warna menggunakan malam (lilin) dan canting, batik berkembang dari pakaian bangsawan keraton hingga menjadi simbol kebanggaan nasional yang dikenakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam berbagai kesempatan. (Red)













