BANYUWANGI – Di balik peristiwa memilukan yang mengawali kehidupannya, seorang bayi laki-laki yang ditemukan di Kalibaru kini mendapat perhatian dan perawatan penuh.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., datang langsung menjenguk sang bayi, memastikan kondisinya terpantau sekaligus memberikan dukungan dan semangat kepada tenaga kesehatan yang merawatnya dengan penuh kepedulian.
Peristiwa tersebut bermula ketika seorang bayi laki-laki ditemukan dalam keadaan hidup di wilayah Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa bayi untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis.
Sejak ditemukan, bayi mendapat perhatian dan perawatan dari tenaga kesehatan. Keselamatan, kesehatan, dan pemulihan kondisi bayi menjadi prioritas utama, sementara Polresta Banyuwangi bersama instansi terkait melakukan langkah-langkah sesuai kewenangan masing-masing untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan yang layak.
Dalam kunjungannya, Kapolresta Banyuwangi melihat langsung perkembangan kondisi bayi sekaligus berinteraksi dengan tenaga kesehatan yang selama ini memberikan perawatan.
Kapolresta Banyuwangi menyampaikan apresiasi kepada dokter, perawat, bidan, dan seluruh tenaga medis yang telah memberikan perhatian dan pelayanan terbaik kepada bayi tersebut.
“Yang paling utama saat ini adalah keselamatan, kesehatan, serta masa depan anak. Kami ingin memastikan bayi mendapatkan perawatan dan perlindungan yang terbaik. Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan perhatian dan pelayanan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kapolresta Banyuwangi.
Menurutnya, penanganan peristiwa tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses penyelidikan maupun penegakan hukum. Ada kepentingan yang lebih besar yang harus dijaga, yakni hak anak untuk tumbuh dan berkembang tanpa terbebani stigma atas peristiwa yang terjadi pada awal kehidupannya.
Kapolresta Banyuwangi juga memberikan semangat kepada para tenaga kesehatan agar terus memberikan pelayanan terbaik hingga kondisi bayi benar-benar stabil.
“Kita harus melihat kepentingan anak dalam jangka panjang. Jangan sampai informasi atau dokumentasi yang beredar hari ini justru menjadi beban bagi anak ketika nanti tumbuh dewasa. Yang harus kita lakukan adalah melindungi, merawat, dan memastikan anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Polresta Banyuwangi tetap melakukan penanganan terhadap peristiwa penemuan bayi tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Langkah-langkah penyelidikan dilakukan secara profesional dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan anak.
Dalam proses publikasi, Polresta Banyuwangi juga mengedepankan kehati-hatian terhadap informasi yang berkaitan dengan bayi. Identitas, kondisi pribadi, maupun dokumentasi visual yang berpotensi menimbulkan stigma di kemudian hari tidak menjadi materi yang perlu diekspos secara berlebihan.
Kunjungan Kapolresta Banyuwangi tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap aspek kemanusiaan dalam penanganan perkara. Di tengah proses hukum yang berjalan, keselamatan, kesehatan, perlindungan, serta masa depan sang bayi tetap menjadi kepentingan utama.
Harapannya, perhatian dan sinergi dari seluruh pihak dapat memberikan ruang bagi bayi tersebut untuk tumbuh sehat, aman, dan mendapatkan kesempatan menjalani masa depan tanpa harus terus dibayangi oleh peristiwa yang terjadi saat dirinya belum mampu menentukan apa pun dalam kehidupannya.(Red)













