Gianyar – Nusantarajayanews. id | Politeknik Omna Trisakti Chandra (Poltek OTC) menggelar dua kegiatan secara bersamaan pada Senin (12/10/2026), yakni asesmen akreditasi perguruan tinggi oleh asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan sosialisasi rekrutmen tenaga kerja internasional bersama Alabuga Start dari Rusia serta PT Citra Insan Mandiri.
Kedua kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola manajemen pendidikan sekaligus memperkuat outcome atau hasil pendidikan, terutama dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan memiliki akses terhadap peluang kerja.
Ketua Yayasan Mada Werdi Utama sekaligus Direktur Politeknik Omna Trisakti Chandra (Poltek OTC), I Wayan Rediyasa S.E., M.Tr.Par., menyampaikan bahwa peningkatan mutu kelembagaan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas kesempatan kerja bagi peserta didik.
Melalui asesmen akreditasi, institusi diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan. Sementara itu, sosialisasi rekrutmen memberikan gambaran mengenai peluang kerja internasional yang dapat diakses siswa OTC Bali dan mahasiswa Poltek OTC sesuai persyaratan program.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan Alabuga Start, Burkhanov Aleksei dan Nekrasov Pavel, Direktur Utama PT Citra Insan Mandiri Suratin Wiramihardja, Direktur Operasional Lina Halim, serta Mohammad S. Rizky selaku Overseas Business Development dan Askcar Icuk Ramadhan dari tim Overseas. Turut hadir Muhammad Iqbal dari BP2MI Bali, Naftalia Sastra dari Blessing Academy, serta Dermawan Wan selaku perwakilan pengguna tenaga kerja dari Taiwan dan China.
Aleksei Ungkap Alasan Memilih OTC Bali
Ketika ditanya awak media mengenai alasan memilih OTC Bali, perwakilan Alabuga Start, Burkhanov Aleksei, menjelaskan bahwa pihaknya memperoleh informasi dari mitra mereka, PT Citra Insan Mandiri, bahwa OTC Bali merupakan salah satu institusi pendidikan terbaik di Bali.
Berdasarkan informasi tersebut, pihak Alabuga Start tertarik menjalin kerja sama dengan OTC Bali untuk menjaring peserta didik yang berminat bekerja sekaligus belajar di Rusia.
Aleksei mengatakan, pihaknya ingin bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang memiliki peserta didik dengan minat dan kesiapan untuk mengikuti program tersebut.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Alabuga Start untuk memperkenalkan program sekaligus menjajaki peluang rekrutmen bagi siswa OTC Bali dan mahasiswa Poltek OTC.
Aleksei menjelaskan, program Alabuga Start ditujukan bagi perempuan berusia 18 hingga 22 tahun dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Program tersebut menggabungkan kesempatan bekerja dengan pembelajaran bahasa Rusia. Peserta akan mendapatkan pengalaman kerja di sejumlah sektor sesuai penempatan yang tersedia.
Bidang pekerjaan yang ditawarkan meliputi katering, operator produksi, pekerjaan penyelesaian akhir (finishing works), instalasi, konstruksi, transportasi jalan, layanan dan perhotelan, serta logistik.
Menurut Aleksei, program tersebut tidak mensyaratkan pengalaman kerja atau gelar pendidikan tertentu. Calon peserta perlu memenuhi ketentuan usia, persyaratan kesehatan, serta memiliki kemauan untuk bekerja dan belajar di Rusia.
Durasi program berkisar antara dua hingga empat tahun, bergantung pada bidang pekerjaan. Setelah menyelesaikan program, peserta juga berpeluang melanjutkan karier di Alabuga secara permanen sesuai ketentuan yang berlaku.
Aleksei menerangkan, program ini awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang katering. Selanjutnya, kesempatan tersebut diperluas ke sejumlah bidang lain sebagai upaya meningkatkan partisipasi tenaga kerja perempuan.
Rediyasa, mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja yang disampaikan pihak Alabuga Start untuk 2027 mencapai sekitar 8.000 orang.
Dari kebutuhan tersebut, perekrutan awal yang dijajaki dalam kunjungan kali ini berkisar 70 hingga 100 orang, khususnya untuk bidang hospitality.
Reddy menilai peluang tersebut dapat menjadi kesempatan bagi siswa OTC Bali dan mahasiswa Poltek OTC untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman kerja internasional.
Ia berharap kerja sama ini dapat berkembang sehingga semakin banyak lulusan pendidikan vokasi memperoleh kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraannya.
Rediyasa juga menekankan pentingnya proses penempatan yang terarah dan disertai pendampingan. Ia menyebut dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow serta kementerian yang menangani pelindungan pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap program tersebut.
Direktur Operasional PT Citra Insan Mandiri, Lina Halim, menyambut baik kerja sama dengan Alabuga Start karena dinilai membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk bekerja sekaligus belajar di luar negeri.
Menurut Lina, kesempatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penghasilan, tetapi juga memberikan pengalaman internasional, pembelajaran budaya, dan pengembangan kemampuan profesional.
Ia menjelaskan bahwa PT Citra Insan Mandiri bergerak di bidang penempatan pekerja migran Indonesia dan memiliki izin resmi. Perusahaan tersebut juga menangani penempatan ke sejumlah negara lain, tidak terbatas pada Rusia.
Lina menegaskan bahwa prinsip perusahaan adalah memastikan penempatan dilakukan secara legal dan adil, sehingga calon pekerja memperoleh kesempatan yang baik untuk mengembangkan diri.
Ia menilai OTC Bali memiliki potensi untuk menjadi mitra dalam menyiapkan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
Lina juga menjelaskan bahwa program tersebut menawarkan skema pengembangan karier dengan empat level kenaikan jenjang selama dua tahun, yang disebut berlangsung setiap enam bulan. Skema ini diharapkan membantu peserta mengembangkan keterampilan, kepemimpinan, dan kemampuan profesional selama bekerja.
Dalam pemaparannya, Aleksei menyampaikan bahwa program Alabuga Start menyediakan sejumlah fasilitas, termasuk tiket pesawat, pembelajaran bahasa Rusia, layanan medis di Rusia, serta gaji yang disebut mulai dari 700 dolar AS.
Ia mengatakan peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran dan tidak perlu membayar tiket pesawat maupun kursus bahasa Rusia.
Namun, terdapat sejumlah biaya yang perlu dipersiapkan secara mandiri, antara lain pemindaian paspor, visa kerja pertama, dan pemeriksaan kesehatan tertentu.
Rincian gaji, fasilitas, biaya yang menjadi tanggungan peserta, serta ketentuan kerja menjadi informasi penting yang perlu dipahami calon peserta sebelum mengikuti program.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Rediyasa menyatakan OTC Bali akan menyiapkan mekanisme pemantauan terhadap peserta yang bekerja di luar negeri.
Pengawasan direncanakan dilakukan melalui sistem yang dimiliki lembaga, evaluasi, serta supervisi secara langsung maupun daring. Langkah tersebut diharapkan membantu peserta memperoleh pendampingan selama menjalani program.
Selain peluang ke Rusia, OTC Bali juga mendukung kesempatan penempatan kerja ke negara lain. Reddy secara khusus mengajak alumni OTC Bali yang pernah memiliki pengalaman bekerja di Taiwan untuk berkoordinasi dengan kampus apabila berminat mengikuti program SP2T.
Ia mengingatkan calon peserta agar memperoleh informasi melalui jalur resmi dan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk menghindari informasi keliru maupun pihak yang tidak bertanggung jawab.
Perkuat Mutu Pendidikan dan Kesiapan Lulusan
Pelaksanaan asesmen akreditasi BAN-PT yang berlangsung bersamaan dengan sosialisasi rekrutmen menunjukkan dua aspek yang menjadi perhatian Poltek OTC, yakni penguatan kualitas kelembagaan pendidikan dan perluasan peluang kerja bagi peserta didik.
Peningkatan mutu tata kelola diharapkan berjalan selaras dengan pengembangan kompetensi, keterampilan praktis, dan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia industri.
Melalui kedua kegiatan tersebut, OTC Bali dan Poltek OTC berharap kolaborasi dengan mitra internasional dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dengan demikian, pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran, tetapi juga pada hasil nyata berupa peningkatan kompetensi, pengalaman profesional, dan terbukanya peluang kerja bagi lulusan di tingkat internasional.(tik)













