Sampang – Semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat di pedesaan. Hal itu terbukti dalam kegiatan swadaya pengecoran jalan kampung yang dilaksanakan warga Aing Tellor Dusun kloykoy Desa Daleman Kecamatan Kedung dung Kabupaten Sampang Madura pada Rabu (24/9/2026) Sore.
Sejak siang hari, puluhan warga dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda,pemudi, hingga tokoh masyarakat, tampak kompak bahu-membahu penuh kebersamaan mengerjakan pengecoran jalan Kampung.
Dengan alat dan perlengkapan yang sudah disiapkan seperti cangkul, sekop, linggis, spatu but, dan alat lainya,
mereka bersama-sama semangat mengerjakan pasang balisting, menghampat plastik, aduk cor semen, meratakan material, dan sebagainya.
Kegiatan ini murni hasil dari swadaya masyarakat Mulai dari penggalangan dana, material, dan tenaga kerja dikumpulkan secara sukarela dari sumbangan warga demi mewujudkan akses jalan yang lebih bagus dan lebih layak.
“Ini adalah bukti kerukunan serta kebersamaan masyarakat desa masih sangat kuat.
Jalan ini dibangun untuk kenyamanan akses masyarakat saat berkendara,
“Alhamdulillah semua masyarakat sekitar sangat antusias penuh semangat dan tetap kekompak, meski dikerjakan pada siang hari terik matahari sangat menyengat,
Ini sudah pengerjaan yang sekian kalinya. Karena sebelumnya dititik yang lain juga sudah dilakukan pengecoran jalan” ujar salah satu warga.
Dengan dana hasil pengumpulan patungan dan sumbangan masyarakat, Jalan Penghubung antara kampung Aing tellor (Desa daleman,)dan dusun bangsal (Desa Gunung Eleh),
Target pengecoran Jalan, dengan panjang satu kilometer (1000m ) lebar dua meter setengah, (2,5m) tinggi 15cm kini sudah terlaksana setengah kilometer, dan pengerjaan pengecoran masih tetap dikerjakan,
Harapan Masyarakat dengan jalan cor yang baru, aktivitas warga menjadi lebih lancar, Menumbuhkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yg lebih sejahtera, terutama untuk akses pertanian perdagangan dan anak-anak berangkat sekolah,
“Terima kasih kepada seluruh warga dan masyarakat yang telah menyumbangkan tenaga, materi, pemikiran dan do’a.
Inilah wujud nyata semangat perjuangan swadaya Jalan Cor. Kalau bukan kita siapa lagi yang membangun desa kita,” tuturnya.
Meski di tengah terik matahari dan debu semen, canda tawa warga tetap terdengar. Suasana kekeluargaan inilah yang membuat pekerjaan berat terasa ringan.
Warga berharap kegiatan swadaya seperti ini terus terjaga dan mendapat dukungan dari semua pihak. Khususnya Perhatian dari pemerintah setempat,(red)













